Notification

×

Iklan

Duka Pemakaman dr Myta di OKU Selatan

Minggu, 03 Mei 2026 | 22:45 WIB Last Updated 2026-05-03T15:45:00Z

Pemakaman dr Myta Aprilia Azmy di Desa Pelangki

Jakarta, Rakyatterkini.com – Suasana duka mendalam menyelimuti prosesi pemakaman dr. Myta Aprilia Azmy yang berlangsung di Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, pada Sabtu (2/5/2026).

Dokter muda yang sedang menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi itu meninggal dunia setelah berjuang melawan sakit ketika tengah menjalankan tugas pengabdiannya.

Sejumlah keluarga, kerabat, hingga rekan sejawat tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah yang dikenal ramah dan memiliki dedikasi tinggi dalam profesinya.

Tangis haru pecah saat jenazah diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Simpang Pendagan, Kelurahan Pasar Muaradua, sekitar pukul 10.00 WIB. Ratusan pelayat turut mengiringi kepergian almarhumah dengan doa dan suasana penuh khidmat.

Sebelumnya, dr. Myta dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) di RSUP Mohammad Hoesin Palembang setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Jenazah kemudian dibawa melalui perjalanan darat dari Palembang menuju kampung halamannya di OKU Selatan.

Di tengah suasana duka tersebut, perhatian publik turut mengarah pada kondisi kerja almarhumah selama bertugas di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal. Hal ini mencuat setelah Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Kesehatan RI.

Dalam surat tertanggal 30 April 2026 itu, IKA FK Unsri menyampaikan sejumlah dugaan terkait beban kerja yang dinilai berat di lokasi penugasan almarhumah. Beberapa poin yang disorot antara lain dugaan pelanggaran aturan jam kerja yang dianggap tidak manusiawi, tanpa hari libur selama tiga bulan.

Selain itu, disebutkan pula adanya minimnya pengawasan terhadap kondisi kesehatan tenaga medis yang bertugas, serta dugaan pengabaian kondisi medis almarhumah. Ia disebut masih tetap dijadwalkan untuk jaga malam meski telah melaporkan kondisi sakit sejak Maret 2026.

Rekan sejawat, dr. Lena, mengenang almarhumah sebagai sosok dokter yang sangat bertanggung jawab dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya. Kepergian dr. Myta disebut menjadi kehilangan besar bagi dunia medis, khususnya para dokter muda.

Pihak keluarga yang diwakili dr. Febri Mahardika juga meminta pemerintah segera mengambil langkah tegas terkait persoalan tersebut. Mereka berharap Kementerian Kesehatan dapat menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan serta mengusutnya secara menyeluruh.

IKA FK Unsri menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk membuka kemungkinan langkah hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran dalam penanganan yang dialami almarhumah.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update