Notification

×

Iklan

Di Balik Tubuh yang Lemah, Ada Kasih Ibu dan Bantuan Warga pada Rusdi, Pemuda Disabilitas

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:00 WIB Last Updated 2026-05-16T00:00:00Z

Rusdi Asmi saat menerima bantuan.

Padang Aro, Rakyatterkini.com - Di sebuah rumah sederhana di Padang Gantiang, Nagari Lubuk Malako, Kecamatan Sangir Jujuan, Solok Selatan, Sumatera Barat, Rusdi Asmi (30) menjalani hidup dalam keterbatasan. 

Kondisi disabilitas yang dialaminya membuat tubuhnya tak lagi mampu bergerak bebas. Hari-harinya kini lebih banyak dihabiskan di dalam rumah, menatap waktu yang berjalan perlahan.

Ibunya Upiak, setia mendampingi, merawat, dan memastikan kebutuhan anaknya tetap terpenuhi meski hidup dalam keterbatasan ekonomi. Di balik wajah lelah sang ibu, tersimpan harapan sederhana agar anaknya tetap bisa bertahan hidup dengan layak.

Perjuangan ibu Upiak tak sendiri, perhatian datang dari berbagai pihak, pemerintah, aparat, hingga masyarakat bergotong royong menghadirkan bantuan agar keluarga ini tidak merasa ditinggalkan.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten (Dinsos PMD) Solok Selatan, Nurhayati, menjelaskan pemerintah terus memastikan keluarga tersebut mendapatkan bantuan sosial secara berkelanjutan.

“Bantuan yang diterima bukan hanya sekali, tetapi rutin dan akan terus diupayakan keberlanjutannya. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan perhatian,” kata Nurhayati.

Nurhayati menerangkan, keluarga ini telah menerima Bantuan Sosial (Bansos) Sembako sejak Januari 2024 hingga Maret 2025 melalui PT Pos Indonesia sebesar Rp200 ribu per bulan.

Selain itu, pada April 2025, telah menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) dari Sentra Terpadu Inten Soeweno Kementerian Sosial RI berupa bantuan permakanan bagi penyandang disabilitas seperti susu, kacang hijau, sarden, madu, beras, dan gula merah.

“Bantuan ini pun dikoordinasikan langsung melalui Dinsos PMD dan masyarakat nagari,” imbuhnya.

Tak hanya itu, pada Februari dan Maret 2026 keluarga tersebut kembali menerima Bantuan Pangan Tahap I berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter.

Kepedulian juga datang dari tingkat nagari dan aparat kepolisian. Pada tahun 2026, pemerintahan nagari bersama Polsek Sangir Jujuan juga memberikan bantuan berupa beras 10 kilogram, telur ayam ras dua tray, mie instan satu kardus, serta berbagai kebutuhan lainnya seperti cookies, kecap, dan bahan makanan lainnya.

Menurut Nurhayati, perhatian terhadap masyarakat rentan membutuhkan kerja bersama dan kepedulian semua pihak.

“Yang dibutuhkan bukan hanya bantuan materi, tetapi juga perhatian dan kepedulian bersama agar mereka merasa tidak sendiri menghadapi kehidupan,” pungkasnya. (Alwis)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update