Agam, Rakyatterkini.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan yang dapat terjadi di Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landie, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
Warga diminta untuk tidak beraktivitas di area yang termasuk rawan longsor, khususnya wilayah yang sudah ditetapkan sebagai zona merah. Peringatan ini semakin ditekankan saat kondisi cuaca menunjukkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmad Lasmono, menyampaikan bahwa curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat hampir seluruh wilayah rawan longsor perlu mendapat perhatian serius.
“Beberapa hari terakhir curah hujan cukup tinggi, sehingga daerah-daerah yang rawan longsor harus tetap diwaspadai,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (6/5/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa kondisi tanah di sejumlah titik masih dalam keadaan labil akibat hujan yang terus turun, sehingga berpotensi menimbulkan pergerakan tanah secara tiba-tiba.
“Warga kami imbau agar selalu waspada, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi,” tambahnya.
Sebelumnya, pada Selasa (5/5) sekitar pukul 23.00 WIB, longsor terjadi di wilayah Nagari Sungai Landie dan menimpa tiga unit rumah warga. Peristiwa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia atas nama Awal (50).
Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 03.45 WIB dalam kondisi tertimbun material longsor. Sementara itu, enam orang lainnya berhasil selamat dan langsung dievakuasi ke RSUD dr. Achmad Mochtar Bukittinggi untuk mendapatkan perawatan.
Adapun korban selamat terdiri dari Dayat (33), Noya (35), Safira (1), Yoni (45), Zaki (18), dan Kuntum (14).(da*)


