Notification

×

Iklan

BNPB Laporkan Angin Kencang Klaten dan Karhutla Nunukan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 05:48 WIB Last Updated 2026-05-15T22:48:00Z

Petugas BPBD melakukan penanganan dampak angin kencang

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan laporan terbaru terkait kondisi dan penanganan bencana di berbagai daerah di Indonesia selama periode Kamis (14/5/2026) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (15/5/2026) pukul 07.00 WIB.

Dalam periode tersebut, tercatat dua kejadian baru, yakni angin kencang di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa angin kencang di Klaten terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada 16 rumah warga dengan kategori rusak ringan.

“Angin kencang yang terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis (14/5) malam sekitar pukul 19.00 WIB menyebabkan 16 rumah mengalami kerusakan ringan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Jumat (15/5/2026).

Selain rumah warga, dua bangunan usaha dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara dua lainnya rusak ringan. Bencana ini juga menumbangkan sembilan pohon, merobohkan satu menara seluler, serta mengganggu jaringan listrik di wilayah tersebut.

BNPB memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dampak angin kencang dirasakan di empat desa yang berada di Kecamatan Delanggu dan Polanharjo, disertai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Penanganan dilakukan oleh tim reaksi cepat BPBD bersama instansi terkait dan masyarakat setempat.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kaltara. Kebakaran yang berlangsung pada Kamis siang itu menghanguskan sekitar satu hektare lahan, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan pada hari yang sama oleh petugas BPBD dan instansi terkait.

Di sisi lain, BNPB juga melaporkan perkembangan penanganan banjir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Banjir yang sebelumnya melanda 22 kelurahan di delapan kecamatan kini telah surut. BPBD bersama warga telah melakukan pembersihan sisa-sisa material pascabanjir, sementara proses pemulihan rumah warga masih terus berlangsung.

“Berdasarkan data BPBD, tercatat dua orang meninggal dunia dan sebanyak 1.393 kepala keluarga terdampak,” kata Abdul Muhari.

Selain itu, penanganan gerakan tanah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, juga masih terus dilakukan. BPBD setempat bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy melakukan pembersihan material longsor menggunakan alat berat di Desa Bingkeng.

Pergerakan tanah yang terjadi sejak Selasa (12/5/2026) tersebut berdampak pada dua desa di Kecamatan Dayeuhluhur, dengan total 11 rumah mengalami kerusakan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah serta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan prakiraan cuaca, beberapa wilayah seperti Papua, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan masih berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada Jumat ini.

Selain itu, wilayah di Pulau Jawa, Lampung, sebagian Sumatra Utara, dan Aceh juga masuk dalam kategori rawan kebakaran karena tingkat kemudahan terbakar yang cukup tinggi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update