Batusangkar, Rakyatterkini.com – Bencana yang terjadi sejak Selasa (12/5/2026) menyebabkan kerusakan cukup parah di sedikitnya empat kecamatan, yakni Lintau Buo Utara, Lintau Buo, Padang Ganting, dan Tanjung Emas.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menjelaskan bahwa banjir dan tanah longsor telah menghancurkan area persawahan, perkebunan, serta berbagai lahan pertanian milik warga. Selain itu, tercatat 14 rumah hanyut atau mengalami kerusakan berat, sementara lebih dari 60 rumah lainnya mengalami kerusakan tingkat sedang.
Ia juga menyebutkan kerusakan infrastruktur cukup signifikan, di mana sekitar 10 jembatan mengalami rusak berat, baik yang digunakan kendaraan roda empat maupun jembatan gantung penghubung antarwilayah.
Dalam penanganan pascabencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana turut memberikan pendampingan langsung di Kabupaten Tanah Datar.
Analis Kebencanaan Ahli Madya BNPB, Yustam Syahril, bersama Bupati Eka Putra dan Wakil Bupati Ahmad Fadly melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi terdampak pada Jumat (15/5/2026).
Kunjungan ini dilakukan setelah pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat guna mempercepat penanganan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
Yustam mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam menetapkan status darurat serta menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat. Ia menyampaikan bahwa pihaknya mendapat instruksi langsung dari pimpinan BNPB untuk turun ke lapangan, baik dalam rangka pendampingan maupun meninjau dampak kerusakan terhadap kehidupan masyarakat.
Menurutnya, bantuan logistik dasar dari BNPB sudah mulai didistribusikan kepada warga terdampak, sementara tambahan bantuan lainnya sedang dalam perjalanan menuju Tanah Datar.
Selain fokus pada kebutuhan dasar, BNPB juga memberi perhatian khusus terhadap kerusakan infrastruktur akibat bencana. Yustam meminta pemerintah daerah agar menyampaikan berbagai kebutuhan serta kendala yang dihadapi di lapangan untuk dilaporkan ke pimpinan BNPB guna penanganan lanjutan.
Sementara itu, Bupati Eka Putra menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mendirikan posko darurat di dua lokasi, yaitu di Kecamatan Lintau Buo (dekat Jembatan Timbangan Oto Sitangkai, Nagari Taluak) serta di Kantor Camat Tanjung Emas.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan berlangsung hingga 18 Mei 2026.(da*)


