Notification

×

Iklan

Pemko Padang Perkuat Pembinaan Moral Lewat Program Smart Surau

Minggu, 17 Mei 2026 | 06:18 WIB Last Updated 2026-05-16T23:18:00Z

Wawako Padang Maigus Nasir menjadi penceramah dalam kegiatan Subuh Mubarakah 

Padang, Rakyatterkini.com – Di tengah meningkatnya persoalan kenakalan remaja serta menurunnya moral generasi muda, Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus berupaya memperkuat ketahanan spiritual masyarakat, khususnya kalangan pemuda.

Komitmen tersebut kembali disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat menjadi penceramah utama dalam kegiatan Subuh Mubarakah di Masjid Baitul Makmur, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Sabtu (16/5/2026).

Dalam tausiah yang disampaikan kepada para jemaah subuh, Maigus mengajak masyarakat untuk memahami makna mendalam Al-Qur’an, terutama Surat At-Taubah ayat 36. Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut mengandung dua pesan penting, yakni penegasan tentang empat bulan haram (bulan suci) dan perintah untuk menjauhi kemusyrikan.

Ia menyampaikan bahwa empat bulan mulia yang dimaksud dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, adalah Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab. Pada bulan-bulan tersebut umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa, salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, serta menjaga diri dari perbuatan dosa.

Lebih lanjut, Maigus menyoroti keistimewaan bulan Zulhijah. Menurutnya, pada bulan tersebut terdapat ibadah khusus yang tidak ditemukan di bulan lain, yaitu pelaksanaan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima serta penyembelihan hewan kurban.

Ia menegaskan bahwa kedua ibadah tersebut merupakan bentuk penghambaan dan ujian ketakwaan, karena tidak semua orang yang memiliki kemampuan finansial dapat menjalankannya dengan baik.

“Allah mengingatkan agar kita tidak menzalimi diri sendiri, artinya jangan menyia-nyiakan kemuliaan bulan Zulhijah. Jika sudah mampu, maka laksanakan haji dan kurban, karena tidak semua orang mendapat kesempatan itu,” ujarnya.

Dalam penjelasan mengenai larangan kemusyrikan, Maigus mengaitkannya dengan kondisi sosial masyarakat saat ini. Ia menyebut bahwa upaya melawan kemusyrikan di era modern dapat dimaknai sebagai perjuangan bersama dalam mencegah perilaku menyimpang dan penyakit sosial di lingkungan masyarakat.

Pembiaran terhadap perilaku negatif, menurutnya, dapat berdampak buruk terhadap masa depan generasi muda, termasuk meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba dan tawuran pelajar.

Sebagai langkah pencegahan, Pemko Padang terus memperkuat pendidikan karakter melalui program Smart Surau. Program ini bertujuan menghidupkan kembali fungsi surau, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan moral, karakter, dan kedisiplinan generasi muda berbasis nilai keagamaan.

“Tidak ada cara lain selain memperkuat kembali nilai-nilai agama dalam kehidupan masyarakat. Melalui Smart Surau, kita hadirkan Subuh Mubarakah, Remaja Masjid Reborn, hingga Ruang Pembelajaran Digital,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update