Notification

×

Iklan

Baku Tembak di Gedung Putih, Pelaku Tewas Ditembak

Minggu, 24 Mei 2026 | 18:47 WIB Last Updated 2026-05-24T11:47:00Z

Aksi penembakan terjadi di depan Gedung Putih.

Jakarta, Rakyatterkini.com - Baku tembak terjadi antara seorang pria bersenjata dan petugas pengamanan United States Secret Service di pos pemeriksaan kawasan Gedung Putih, Sabtu (23/5/2026) sore waktu setempat.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pria tersebut dilaporkan mendatangi area keamanan dengan membawa senapan laras panjang. 

Ia kemudian melepaskan tembakan ke arah petugas yang sedang berjaga di luar kompleks Gedung Putih. Petugas langsung merespons serangan tersebut hingga terjadi baku tembak. Pelaku akhirnya dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia.

Seorang juru bicara Secret Service menyampaikan bahwa dalam insiden tersebut juga terdapat seorang warga sipil yang tertembak. Hingga kini masih belum dapat dipastikan apakah korban sipil terkena tembakan dari pelaku atau akibat tembakan dalam baku tembak balasan.

Suara tembakan dilaporkan terdengar berkali-kali oleh saksi mata, termasuk sejumlah jurnalis yang berada di sekitar lokasi. Suasana di dalam Gedung Putih disebut mencekam setelah insiden terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Pihak keamanan kemudian melakukan lockdown selama kurang lebih 40 menit, sementara para jurnalis dipindahkan ke ruang briefing demi alasan keselamatan.

Dalam situasi tersebut, agenda perjalanan Presiden AS juga dilaporkan mengalami perubahan, di mana ia membatalkan rencana liburan akhir pekan dan tetap berada di Gedung Putih karena perkembangan situasi keamanan, termasuk yang berkaitan dengan Iran.

Hingga saat ini, otoritas belum merilis identitas resmi pelaku. Namun, seorang sumber penegak hukum menyebutkan bahwa pelaku diduga merupakan Nasire Best (21), yang sebelumnya pernah beberapa kali berurusan dengan Secret Service. Pada Juni 2025, ia pernah dilaporkan menghalangi akses masuk Gedung Putih dan sempat diamankan setelah mengaku sebagai “tuhan”, sebelum kemudian menjalani pemeriksaan kejiwaan di sebuah institusi psikiatri di Washington.

Sebulan setelah kejadian tersebut, ia kembali ditangkap karena mencoba menerobos kawasan Gedung Putih. Laporan penyelidikan juga mengungkap adanya aktivitas di media sosial yang menunjukkan pernyataan tidak stabil, termasuk klaim yang menyebut dirinya sebagai “Osama bin Laden yang sebenarnya”, serta unggahan yang mengindikasikan niat untuk mencelakai mantan Presiden Donald Trump. Donald Trump

Sumber laporan menyebutkan informasi ini masih dalam tahap pendalaman oleh pihak berwenang. Menurut pemberitaan CNN, penyelidikan masih terus berlanjut untuk memastikan kronologi lengkap dan motif pelaku.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update