Jakarta, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kerajaan Arab Saudi pada Jumat (29/5/2026) resmi menyatakan bahwa pelaksanaan ibadah haji 2026 telah selesai dengan sukses. Otoritas setempat menegaskan bahwa penerapan sistem terpadu dalam aspek keamanan, pengelolaan, serta pelayanan jamaah membuat lebih dari 1,7 juta jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar dan penuh ketenangan.
Wakil Gubernur Wilayah Makkah yang juga Wakil Ketua Komite Tetap Haji dan Umrah, Pangeran Saud bin Mishal bin Abdulaziz, menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji tahun 2026/1447 H berlangsung aman, tertib, dan tanpa gangguan berarti.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan operasional haji bukanlah titik akhir, melainkan menjadi awal dari komitmen berkelanjutan Arab Saudi dalam menjaga dan meningkatkan pelayanan kepada umat Islam dari seluruh dunia setiap tahunnya.
Rangkaian ibadah haji sendiri dimulai pada Senin (25/6/2026) dengan kedatangan jamaah di Mina untuk menjalankan ibadah Tarwiyah. Keesokan harinya, jamaah bergerak menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf, yang merupakan puncak dari ibadah haji. Setelah itu, rangkaian dilanjutkan dengan mabit di Muzdalifah serta pelaksanaan lempar jumrah yang dimulai bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.
Sementara itu, badan statistik Arab Saudi mencatat total jamaah haji tahun ini mencapai 1.707.301 orang. Dari jumlah tersebut, 1.546.655 jamaah berasal dari luar negeri yang datang dari 165 negara.
Adapun sisanya, yakni 160.646 orang, merupakan jamaah dari dalam negeri Arab Saudi, termasuk warga lokal maupun ekspatriat yang tinggal di sana.
Secara keseluruhan, jumlah jamaah tahun ini mengalami kenaikan sekitar 2,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.673.230 orang, meski masih belum melampaui angka 1,83 juta jamaah pada pelaksanaan haji 2024.(da*)


