Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa potensi penyebaran Hantavirus ke wilayahnya saat ini sangat kecil, meskipun muncul kekhawatiran terkait wabah virus tersebut. World Health Organization (WHO) melaporkan tiga orang meninggal dunia dan dua lainnya terkonfirmasi terinfeksi dari klaster penularan di kapal pesiar MV Hondius.
Kabar ini memberi ketenangan bagi para jemaah haji menjelang puncak ibadah yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei.
Meski risikonya dinilai rendah, Weqaya atau Otoritas Kesehatan Masyarakat Arab Saudi tetap melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kasus yang berasal dari kapal pesiar tersebut.
Dalam keterangannya, Weqaya menyebut kemungkinan virus tersebut masuk ke Arab Saudi sangat kecil. Penilaian ini juga didukung oleh koordinasi dengan WHO serta berbagai langkah pencegahan yang telah diterapkan, seperti sistem deteksi dini, pengawasan epidemiologi, pengendalian di pintu masuk negara, hingga pemeriksaan kesehatan lingkungan dan pangan.
Namun demikian, Weqaya mengingatkan bahwa Hantavirus termasuk penyakit langka yang dapat berakibat serius pada kondisi tertentu. Virus ini umumnya menular ke manusia melalui paparan urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi, serta melalui udara yang telah terkontaminasi partikel tersebut.
Penularan antarmanusia diketahui sangat jarang terjadi dan hanya ditemukan pada kasus terbatas dengan jenis virus tertentu serta kontak erat dalam waktu lama.
Sebagai langkah antisipasi, Weqaya mengimbau para pelancong agar mematuhi panduan kesehatan resmi, mempersiapkan perlindungan sebelum bepergian, menjaga kebersihan diri, memastikan keamanan makanan dan minuman, serta menghindari kontak dengan hewan pengerat maupun lingkungan yang berpotensi terkontaminasi.(da*)


