Notification

×

Iklan

Agam Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Senin, 11 Mei 2026 | 04:14 WIB Last Updated 2026-05-10T21:14:00Z

Ilustrasi

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai menurunkan tim khusus untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan guna memastikan sapi dan kambing yang akan disembelih benar-benar memenuhi syarat kelayakan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Arief Restu, menyampaikan bahwa pemeriksaan sudah dimulai sekitar satu minggu sebelum hari raya Idul Adha.

“Kami menugaskan petugas untuk mengecek hewan kurban kurang lebih satu minggu sebelum Idul Adha,” ujarnya di Lubukbasung, Minggu.

Ia menjelaskan, tim pemeriksa terdiri dari dokter hewan serta paramedis veteriner yang bertugas mengevaluasi kondisi kesehatan hewan, termasuk kelayakan sebagai hewan kurban.

Selain aspek kesehatan, petugas juga menilai umur hewan, kondisi fisik, serta memastikan tidak ada cacat atau penyakit yang dapat melanggar ketentuan hewan kurban.

“Pemeriksaan ini rutin dilakukan setiap tahun agar hewan yang disembelih benar-benar sesuai syariat dan layak dikonsumsi,” tambahnya.

Tidak hanya sebelum penyembelihan, pemeriksaan juga dilakukan setelah proses pemotongan di masjid atau lokasi pemotongan hewan.

Tahap ini bertujuan memastikan daging kurban bebas dari penyakit menular maupun parasit berbahaya seperti cacing pita, jembrana, penyakit mulut dan kuku (PMK), serta penyakit kulit berbenjol.

Menurut Arief, pemeriksaan pascapemotongan sangat penting untuk menjamin keamanan daging yang akan dikonsumsi masyarakat.

“Bisa saja secara fisik sebelum dipotong terlihat sehat, tetapi setelah diperiksa organ dalamnya ditemukan adanya cacing. Jika demikian, bagian tersebut harus dipisahkan dan tidak boleh dikonsumsi,” jelasnya.

Ia juga memperkirakan jumlah hewan kurban di Kabupaten Agam pada Idul Adha tahun ini mencapai sekitar 5.700 ekor. Namun angka tersebut masih bersifat sementara.

“Ini masih perkiraan. Antusiasme masyarakat untuk berkurban tetap tinggi, bahkan kondisi bencana di akhir 2025 tidak mengurangi semangat berkurban,” katanya.

Saat ini, perdagangan hewan kurban mulai meningkat di sejumlah pasar ternak di Kabupaten Agam. Hewan-hewan tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Agam, tetapi juga dari daerah lain di Sumatera Barat hingga Provinsi Lampung.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update