Notification

×

Iklan

10 Pendulang Tewas di Pegunungan Bintang

Jumat, 22 Mei 2026 | 21:46 WIB Last Updated 2026-05-22T16:03:15Z

Aparat gabungan memburu KKB 

Jakarta, Rakyatterkini.com - Aparat gabungan tengah melakukan penyelidikan atas kasus penyerangan terhadap para pendulang emas di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Fokus utama saat ini diarahkan pada proses evakuasi korban, pencarian warga yang diduga selamat, serta pengejaran terhadap kelompok pelaku.

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 10 orang dilaporkan meninggal dunia. Namun, jumlah korban masih berpotensi bertambah karena sejumlah pendulang lainnya diduga masih bersembunyi di hutan di sekitar lokasi kejadian.

Dari hasil penelusuran awal serta analisis rekaman video yang beredar, pelaku diduga merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Batalyon Yamue yang dipimpin oleh Ronald Hiluka alias Dejang Hiluka. 

Kelompok yang dikaitkan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) tersebut diperkirakan beranggotakan sekitar 15 orang dan membawa senjata api, termasuk jenis AR-15 serta senjata rakitan.

Sementara itu, Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur Forkopimda Kabupaten Boven Digoel terus berkoordinasi untuk mendukung proses penyelidikan, pengamanan wilayah, dan percepatan evakuasi para korban. Jalur akses menuju lokasi di Kabupaten Pegunungan Bintang sendiri ditempuh melalui Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.

Medan yang berat berupa hutan lebat menjadi tantangan utama dalam operasi di lapangan. Karena itu, proses evakuasi dilakukan dengan membuka jalur menuju titik kejadian, sementara posko dan pusat evakuasi dipusatkan di Tanah Merah dengan dukungan personel gabungan untuk mempercepat penanganan.

“Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan korban selamat, mengevakuasi korban meninggal dunia, serta melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, Jumat (22/5/2026).

Ia menambahkan bahwa kondisi medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri, sehingga keselamatan personel di lapangan tetap menjadi prioritas utama.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah rawan konflik karena dinilai berisiko tinggi.

Sementara itu, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, meminta masyarakat tetap tenang serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update