Limapuluh Kota, Rakyatterkini.com – Gelombang penolakan dari masyarakat Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, semakin menguat.
Setelah melalui berbagai proses panjang, kesabaran warga akhirnya dikabarkan telah mencapai puncaknya dan berubah menjadi rencana aksi terbuka.
Ribuan aspirasi yang sebelumnya hanya disampaikan dari mulut ke mulut kini akan disuarakan secara lebih terbuka melalui kegiatan bertajuk “Reuni Akbar Perlawanan”, yang dijadwalkan berlangsung di depan kantor Wali Nagari pada Rabu, 15 April 2026 mendatang.
Kelompok yang menamakan diri sebagai Anak Nagari Sungai Kamuyang tersebut menyatakan telah satu suara untuk menyampaikan berbagai keluhan secara langsung dalam bentuk aksi damai. Mereka berencana membawa spanduk serta menyuarakan tuntutan melalui pengeras suara.
Perwakilan masyarakat, Alleo Mahesa, menyampaikan bahwa munculnya aksi ini dipicu oleh berbagai persoalan yang dikaitkan dengan Wali Nagari, Isral. Menurutnya, sejumlah dugaan pelanggaran aturan serta kebijakan yang dinilai merugikan kepercayaan publik telah memicu meningkatnya kekecewaan warga.
Ia menjelaskan, upaya penyelesaian secara dialog sebenarnya sudah dilakukan sejak Juli tahun lalu. Berbagai pertemuan, baik di tingkat nagari maupun di forum resmi bersama pihak pemerintah daerah, termasuk hasil audit investigasi yang disebut telah keluar pada Februari, dinilai belum memberikan kejelasan yang diharapkan masyarakat.
Merasa belum mendapat kepastian dan kerap tidak memperoleh jawaban yang memuaskan, sekitar 150 orang warga direncanakan ikut dalam aksi tersebut. Mereka akan berangkat dari area Parkiran Masjid Raya Batang Tabik pada pukul 09.00 WIB.
Dalam aksi ini, warga juga disebut akan didampingi sejumlah tokoh masyarakat seperti Fitra Wandi, Akrijal, Darius, dan Jerry Arif. Tuntutan utama yang dibawa dalam aksi tersebut adalah desakan kepada Bupati Limapuluh Kota agar segera mengevaluasi dan memberhentikan Wali Nagari Isral dari jabatannya.
Pihak warga juga telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada aparat kepolisian sebagai bentuk prosedur pemberitahuan aksi. Dokumen tersebut ditandatangani oleh sejumlah koordinator lapangan sebagai bukti keseriusan gerakan yang mereka klaim berasal dari aspirasi masyarakat bawah.
Para perwakilan warga menegaskan bahwa mereka tetap membuka ruang dialog, namun juga menyatakan akan terus menyuarakan aspirasi apabila tidak ada kejelasan dari pihak terkait.
Aksi yang akan digelar pada Rabu tersebut disebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Sungai Kamuyang dalam menyampaikan aspirasi mereka terkait kepemimpinan di nagari. Kini, perhatian publik tertuju pada perkembangan situasi menjelang pelaksanaan aksi tersebut.(da*)


