Notification

×

Iklan

Warga Limapuluh Kota Ramai-ramai Mendulang Emas

Rabu, 08 April 2026 | 01:34 WIB Last Updated 2026-04-07T18:34:00Z

Ilustrasi

Limapuluh Kota, Rakyatterkini.com– Warga Nagari Galugur, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, ramai-ramai melakukan penambangan emas di aliran Sungai Batang Kampar. Aktivitas ini dipicu turunnya harga gambir, komoditas yang biasa mereka tanam.

Sejumlah warga yang sebelumnya bertani gambir kini beralih menambang emas. Aktivitas mendulang ini bahkan menjadi sorotan di media sosial karena terlihat ramai dan heboh.

Dalam video yang beredar, warga tampak menambang di tepi sungai menggunakan sekop dan ember untuk mengangkat bongkahan tanah.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Syaiful Wachid, menjelaskan bahwa penambangan ini dilakukan tanpa alat berat. Masyarakat hanya memanfaatkan dulang atau ayakan sederhana.

“Informasinya, masyarakat melakukan ini karena harga gambir anjlok,” ujar Syaiful, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, kepolisian berada dalam posisi dilematis karena aktivitas ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kami hanya bisa memberikan imbauan dan edukasi agar warga mencari peluang usaha lain yang lebih aman,” ucapnya.

Syaiful juga menegaskan bahwa penambangan emas yang dilakukan warga tidak menggunakan merkuri atau air raksa, karena bahan tersebut berpotensi merusak lingkungan.

“Kami berupaya melakukan langkah preventif dan preemtif karena ini menyangkut kebutuhan hidup masyarakat,” jelasnya.

Kapolsek Kapur XI, AKP Rika Susanto, menambahkan lokasi penambangan cukup jauh, sekitar 42 kilometer dari markas Polsek, dan hanya bisa dijangkau melalui sungai dengan perahu atau sampan. Upaya penindakan pun sering terkendala karena akses yang sulit.

“Personel Polsek hanya 18 orang sementara wilayah cukup luas,” ujar Rika.

Untuk itu, kepolisian terus memberikan imbauan agar masyarakat segera mengurus izin pertambangan rakyat (IPR) supaya kegiatan ini legal.

“Posisi kami memang dilematis, antara penegakan hukum dan tidak tega melihat warga mencari nafkah. Namun positifnya, dalam tiga bulan terakhir kriminalitas di wilayah ini menurun. Sebelumnya, sering terjadi pencurian rumah warga,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update