![]() |
| Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, pada penyaluran bantuan pada pelaku UMKM. | Foto Suger |
Padang Pariaman, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menuntaskan penyaluran bantuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Rampungnya tahap keempat ini menjadi penanda kuat komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Penyaluran tahap akhir yang digelar di Pendopo Bupati, Jumat (10/4/2026), menyasar 120 UMKM. Tahap ini sekaligus menutup rangkaian distribusi bantuan yang sebelumnya telah menjangkau ratusan pelaku usaha di berbagai wilayah terdampak.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyebut hingga tahap keempat, total 570 UMKM telah menerima bantuan dari 605 pelaku usaha yang terdata.
“Alhamdulillah, hari ini kita tuntaskan penyaluran untuk 120 UMKM. Artinya, 570 UMKM terdampak sudah kita bantu. Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah bersama para donatur dalam memulihkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Ketua TP-PKK, Nita Christanti Azis, serta Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM, Hendri Satria.
Bupati juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, khususnya anggota Komisi VII DPR RI dan organisasi Seruni Kabinet Merah Putih, yang dinilai berperan dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.
Ia mengingatkan para penerima bantuan untuk memanfaatkannya secara optimal agar usaha yang sempat terhenti bisa kembali berjalan. “Syukuri bantuan ini dan gunakan sebaik-baiknya. Yang terpenting, segera bangkit dan kembali berproduksi,” katanya.
Sementara itu, Hendri Satria menjelaskan proses penyaluran dilakukan melalui tahapan pendataan, verifikasi lapangan, hingga asesmen kebutuhan agar bantuan tepat sasaran. Dari total 605 UMKM yang terdata, sebanyak 570 dinyatakan memenuhi kriteria terdampak langsung.
“Penyaluran dilakukan bertahap, yakni 100 UMKM pada tahap pertama, 250 tahap kedua, 100 tahap ketiga, dan 120 pada tahap keempat,” jelasnya.
Ia menegaskan program ini merupakan bantuan khusus bagi UMKM terdampak bencana, bukan pengalihan dari bantuan kebencanaan lainnya. Program tersebut merupakan hasil sinergi antara TP-PKK Padang Pariaman, organisasi Seruni, dan dukungan Komisi VII DPR RI.
Di balik angka-angka tersebut, tersimpan kisah perjuangan pelaku usaha kecil. Salah seorang penerima bantuan, pedagang bakso di Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, mengaku kini bisa kembali berjualan setelah usahanya sempat lumpuh akibat banjir.
“Warung kami hanyut terbawa banjir. Kami sempat tidak bisa berjualan. Alhamdulillah, dengan bantuan ini kami bisa mulai lagi dari nol,” tuturnya. (suger)


