
RAKYATTERKINI.COM - Kemacetan panjang yang kerap terjadi di jalur Padang–Bukittinggi saat musim liburan tampaknya segera mendapat solusi. Kelanjutan proyek Tol Sicincin–Bukittinggi yang menjadi bagian dari Tol Padang–Pekanbaru kini didorong percepatannya oleh berbagai pihak.
Selama ini, masyarakat pengguna jalan mengeluhkan kondisi jalan nasional yang tak lagi mampu menampung lonjakan kendaraan. Setiap libur panjang, jalur Padang–Bukittinggi hampir dipastikan macet total.
Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro, menegaskan percepatan proyek menjadi langkah krusial. Menurutnya, penundaan hanya akan memperbesar biaya sekaligus mengurangi manfaat yang seharusnya bisa segera dirasakan masyarakat.
Ia meminta seluruh pihak menetapkan penanggung jawab (PIC) serta menyusun timeline yang jelas agar proyek bisa rampung sesuai target.
Sementara itu, Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PU, Dedy Gunawan, menjelaskan proyek Tol Padang–Pekanbaru telah dirancang sejak 2005 sebagai bagian dari jaringan Tol Trans Sumatera. Beberapa ruas bahkan sudah beroperasi, seperti Pekanbaru–Bangkinang, sementara lainnya masih dalam tahap persiapan.
Khusus ruas Bukittinggi–Sicincin, prosesnya kini terus berjalan, mulai dari studi kelayakan, analisis dampak lingkungan (AMDAL), hingga pembebasan lahan.
Komitmen percepatan juga ditegaskan oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Ia meminta seluruh pihak memberikan dukungan penuh, mengingat proyek ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menurut Mahyeldi, pembangunan ruas Sicincin–Padang Panjang–Bukittinggi sebenarnya telah direncanakan sejak 2024. Rapat yang digelar di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar, Kamis (9/4/2026), menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan.
Ia optimistis, dengan sinergi dan komunikasi yang baik, berbagai tantangan bisa diatasi, sehingga proyek tol ini nantinya mampu memperlancar akses transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin, turut mengingatkan pentingnya kerja nyata di lapangan. Ia menegaskan tidak boleh ada ego sektoral yang menghambat percepatan proyek.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap masyarakat, terutama dalam proses pembebasan lahan. Pemerintah daerah diminta aktif membangun komunikasi dengan masyarakat adat dan nagari agar pembangunan tetap berjalan adil.
Dengan dorongan kuat dari pemerintah pusat dan daerah, proyek Tol Sicincin–Bukittinggi diharapkan segera terealisasi dan menjadi jawaban atas persoalan kemacetan kronis di jalur Padang–Bukittinggi, terutama saat momen liburan. (*)

