Notification

×

Iklan

Relaunching AMANAH Gairahkan Anak Muda Aceh, Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal

Kamis, 23 April 2026 | 16:46 WIB Last Updated 2026-04-23T09:46:00Z


ACEH BESAR — Semangat kolaborasi dan inovasi terasa kuat dalam relaunching program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) yang digelar meriah di Gedung AMANAH, Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong. 

Momentum ini menjadi tonggak baru dalam memperkuat peran AMANAH sebagai pusat pengembangan generasi muda sekaligus motor penggerak hilirisasi komoditas lokal.

Acara diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan pameran seni yang menampilkan karya kreatif anak muda Aceh. Nuansa khidmat pun mengiringi pembacaan ayat suci Alquran serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, sebelum dilanjutkan dengan pengukuhan badan pengurus AMANAH.

Ketua Yayasan AMANAH, Syaifullah Muhammad, menegaskan relaunching ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan visi besar membangun generasi muda Aceh yang unggul dan berdaya saing global.

“Visi utama kami adalah mencetak generasi muda Aceh yang inovatif, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, AMANAH mengedepankan pendekatan berbasis inovasi, pemanfaatan teknologi, serta penguatan ekonomi lokal sebagai strategi utama pemberdayaan pemuda. Menurutnya, selama ini potensi daerah masih didominasi ekspor bahan mentah tanpa nilai tambah.

“Ke depan, kita tidak boleh lagi berhenti pada komoditas mentah. Hilirisasi harus menjadi kunci agar produk lokal memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” tegasnya.

Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan AMANAH adalah pengembangan teknologi pemurnian minyak nilam melalui metode molecular distillation and fractionation. Teknologi ini memungkinkan minyak nilam lokal naik kelas menjadi bahan baku industri kosmetik, skincare, hingga parfum.

“Selama ini kita mengekspor bahan mentah, lalu membeli kembali dalam bentuk produk jadi. Dengan teknologi ini, kita bisa memutus rantai tersebut,” jelasnya.

Upaya tersebut juga dinilai strategis dalam mendorong substitusi impor sekaligus membangun ekosistem ekonomi baru berbasis hilirisasi di daerah.

“Jika hilirisasi berjalan optimal, maka akan tercipta pergerakan ekonomi besar dari hulu hingga hilir di dalam negeri,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada hilirisasi, AMANAH juga menaruh perhatian pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Berbagai program pelatihan, penguatan soft skill, hingga pendampingan usaha berbasis teknologi disiapkan agar produk anak muda Aceh mampu menembus pasar dengan standar tinggi.

“Kami ingin mereka tidak hanya kreatif, tetapi juga siap bersaing di pasar nasional dan global,” katanya.

Mengusung konsep social enterprise, AMANAH menggabungkan penguatan SDM dan pengembangan ekonomi sebagai dua pilar utama. 

Dalam kesempatan yang sama, Syaifullah juga menekankan pentingnya optimalisasi aset bernilai besar agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Peran para pemangku kepentingan sangat penting sebagai problem solver yang mampu menjawab tantangan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa AMANAH merupakan gelombang peluang besar yang harus dimanfaatkan generasi muda Aceh untuk melahirkan produk berkualitas tinggi dan berdaya saing di pasar nasional maupun internasional. (rel)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update