Jakarta, Rakyatterkini.com – Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menghadiri Rapat Koordinasi bersama Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) yang juga menjabat Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria.
Rakor ini merupakan inisiatif Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, dan diikuti oleh seluruh bupati serta wali kota se-Sumbar.
Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan BUMN guna mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam pertemuan itu, mulai dari percepatan investasi, pembangunan infrastruktur daerah, hilirisasi komoditas kelapa dan gambir, rencana akuisisi pabrik kelapa, pengembangan kawasan kuliner tematik, penguatan sektor pariwisata, hingga dukungan terhadap berbagai proyek infrastruktur prioritas.
Dony Oskaria menegaskan investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang masih tergolong rendah. Ia menilai, peningkatan ekonomi daerah sangat bergantung pada masuknya investasi, terutama di sektor-sektor produktif.
“Percepatan investasi perlu dilakukan agar Sumbar tidak tertinggal dalam pertumbuhan ekonomi di tingkat regional. Saat ini, arus investasi ke sektor produktif masih belum optimal,” ujarnya.
Ia juga menekankan investasi yang diharapkan adalah yang bersifat padat karya, sehingga mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja. Pemerintah daerah, menurutnya, perlu terus menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif.
Dijelaskan, hilirisasi, ketersediaan infrastruktur, serta kepastian ekosistem investasi menjadi faktor penting dalam menarik minat investor. Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal serta manfaat nyata yang dirasakan daerah dari setiap investasi yang masuk.
“Investasi tidak boleh hanya sebatas rencana di atas kertas, tetapi harus mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah,” tegasnya.
Dony juga menyampaikan Sumatera Barat memiliki potensi besar di berbagai sektor, termasuk hilirisasi kelapa dan gambir, pengembangan destinasi wisata, kawasan kuliner tematik, serta sejumlah proyek infrastruktur strategis lainnya. (da*)


