Padang, Rakyatterkini.com – PT Semen Padang kembali menegaskan langkah transformasi bisnisnya melalui pengiriman produk fabrikasi industri berat, Shell Kiln Narogong 2, kepada PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.
Produk bernilai tinggi ini dibuat oleh Workshop Fabrikasi & Konstruksi yang berada di bawah Departemen Bisnis Non Semen & Produk Turunan.
Serah terima dilakukan oleh Direktur Keuangan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, di area workshop perusahaan pada Senin (30/3). Peristiwa ini menjadi simbol penguatan lini bisnis non semen di tengah tantangan kompetitif industri.
“Ini menunjukkan bahwa PT Semen Padang tidak hanya bergantung pada bisnis inti semen. Kami terus mengembangkan sektor non semen sebagai sumber pertumbuhan baru,” jelas Iskandar.
Menghadapi tekanan pasar semen nasional akibat surplus pasokan dan persaingan harga, perusahaan memilih memperkuat bisnis non semen sebagai strategi diversifikasi.
Saat ini, Unit Bisnis Non Semen & Produk Turunan menjadi motor penggerak baru, menawarkan layanan fabrikasi konstruksi, material turunan seperti basal, split basal, binder clay, serta produk inovatif seperti calcium carbonate dan Sepablock—bata interlock yang efisien dan praktis.
“Keahlian yang kami bangun selama puluhan tahun menjadi modal penting untuk bersaing. Transformasi ini sudah menjadi kebutuhan,” tambah Iskandar.
Kepala Departemen Bisnis Non Semen & Produk Turunan, Ridwan Muchtar, menambahkan bahwa workshop PT Semen Padang telah berkembang pesat.
“Awalnya hanya mendukung operasional internal, sekarang kami mampu memproduksi peralatan industri berat lintas sektor, mulai dari semen, pulp and paper, hingga nikel,” ungkap Ridwan.
Beberapa proyek besar telah dikerjakan, termasuk untuk PT Riau Andalan Pulp and Paper dan berbagai industri strategis lainnya.
“Kami siap menjadi mitra industri dengan kualitas tinggi, didukung fasilitas lengkap dan sumber daya manusia yang kompeten,” kata Ridwan.
Shell Kiln Narogong 2 yang diproduksi memiliki spesifikasi teknis tinggi dengan nilai proyek Rp3,875 miliar. Produk ini menggunakan material DIN 16Mo3 dengan ketebalan 28 mm, diameter 5.600 mm, terdiri dari tiga bagian dengan panjang total 9,3 meter, dan berat 36,14 ton.
Proses fabrikasi diselesaikan dalam 19 hari sejak 6 Maret 2026, dengan jadwal serah terima pada 28 April 2026. Keberhasilan ini melanjutkan capaian sebelumnya, yaitu produksi Shell Kiln senilai Rp13,2 miliar untuk Pabrik Tonasa IV milik PT Semen Tonasa.
Workshop Bisnis Non Semen & Produk Turunan PT Semen Padang telah beroperasi sejak 1988 dan berkembang menjadi pusat fabrikasi industri berat. Unit ini telah menangani berbagai proyek strategis, termasuk di PT Semen Baturaja Tbk, Toba Pulp Lestari Tbk, hingga pasar internasional seperti Bangladesh.
Langkah transformasi ini menegaskan posisi PT Semen Padang sebagai perusahaan solusi industri terintegrasi. Dengan dukungan teknologi, pengalaman, dan kemampuan fabrikasi, perusahaan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis industri nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketergantungan impor.(da*)


