Solok, Rakyatterkini.com – Warga Tanjung Bajulai, Nagari Simanau, kembali menggelar tradisi adat Lapeh Kawua dan Tolak Bala.
Kegiatan tahunan ini digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan perlindungan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat setempat.
Puncak prosesi ditandai dengan penyembelihan seekor kerbau betina, yang melambangkan kebersamaan serta semangat gotong royong warga. Setelah itu, dilanjutkan dengan doa bersama agar warga terhindar dari bencana dan memperoleh keberkahan.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap melestarikan tradisi sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
“Lapeh Kawua dan Tolak Bala bukan sekadar ritual adat, tetapi wujud kebersamaan dan doa warga untuk keselamatan nagari,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendukung upaya pelestarian tradisi ini karena memiliki nilai budaya yang tinggi. Selain dimensi spiritual, tradisi ini juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.
“Kegiatan adat seperti ini berpotensi menjadi daya tarik wisata, sehingga mendukung pengembangan pariwisata lokal,” tambahnya.
Acara berlangsung khidmat dengan partisipasi berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh adat, alim ulama, dan generasi muda. Prosesi ditutup dengan makan bersama sebagai simbol persatuan dan rasa syukur warga Nagari Simanau.(da*)


