Notification

×

Iklan

Polda Sumbar Gagalkan Peredaran Narkoba Besar-besaran

Kamis, 09 April 2026 | 06:32 WIB Last Updated 2026-04-09T00:37:26Z

Sabu 9,9 Kg dan ganja ratusan kilogram disita.

Padang, Rakyatterkini.com – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Barat menunjukkan langkah tegas dalam memerangi peredaran narkotika di wilayah provinsi ini.

Sepanjang Maret 2026, pihak kepolisian berhasil mengungkap tujuh kasus besar, mengamankan 10 tersangka, serta menyita barang bukti dalam jumlah cukup besar.

Kombes Pol Wedy Mahadi, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, menyatakan bahwa total barang bukti yang dikumpulkan mencapai 110,36 kilogram ganja dan 9,91 kilogram sabu.

“Keberhasilan ini diperoleh melalui serangkaian operasi yang dilakukan secara intensif di sejumlah lokasi strategis di Sumatera Barat,” kata Wedy, Rabu (8/4/2026).

Operasi pertama dilakukan awal Maret di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Sijunjung, di mana satu tersangka berhasil ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 54,14 gram.

Fokus petugas kini juga tertuju pada jalur udara, karena penyelundupan melalui bandara menunjukkan peningkatan. Selama tiga hari berturut-turut, 8–9 Maret 2026, polisi menggagalkan tiga upaya penyelundupan sabu di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), dengan total barang bukti 9,86 kilogram dan empat tersangka diamankan.

Selain itu, pengungkapan kasus ganja skala besar berhasil dilakukan pada 27 Maret 2026. Di Parak Gadang, Kota Padang, polisi menyita 77,41 kilogram ganja dari seorang tersangka. Pada hari yang sama, tim bergerak ke Lubuk Begalung dan menangkap tiga orang tersangka lainnya dengan barang bukti 2,74 kilogram ganja.

Wedy menekankan bahwa Sumatera Barat tidak lagi sekadar menjadi wilayah transit, tetapi sudah menjadi target perdagangan narkotika. Modus-modus baru kerap digunakan para pelaku untuk mengelabui petugas, termasuk upaya penyelundupan yang baru-baru ini digagalkan di BIM.

“Baru-baru ini, kami berhasil menyita sekitar 6 kilogram sabu yang diselundupkan melalui Bandara Internasional Minangkabau,” pungkasnya. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update