Notification

×

Iklan

Pilwana Pessel 2026, Ujian Kepemimpinan di Tengah Krisis Global

Kamis, 16 April 2026 | 02:18 WIB Last Updated 2026-04-15T19:18:00Z

Kantor Bupati Pesisir Selatan (Pessel). 

Pessel, Rakyatterkini.com – Di tengah kondisi global yang semakin tidak stabil dan penuh ketidakpastian, perhatian publik kerap tersedot pada kebijakan di tingkat nasional. 

Namun, jika melihat lebih dekat ke tingkat paling bawah di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Pesisir Selatan, terdapat peran penting yang sering kurang mendapat sorotan, yakni Wali Nagari.

Pada tahun 2026 ini, posisi Wali Nagari tidak lagi hanya dipandang sebagai penjaga adat dan tradisi, melainkan telah berkembang menjadi sosok manajer di tingkat lokal yang turut menentukan ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat. Hal ini semakin relevan menjelang pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di Pesisir Selatan.

Pilwana tahun ini bukan sekadar kompetisi politik untuk merebut jabatan, tetapi menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam memilih pemimpin yang benar-benar mampu menjaga kehormatan nagari sekaligus memperkuat perekonomian warga. Karena itu, Pilwana di Pessel diharapkan menjadi ajang adu ide dan program, bukan hanya persaingan popularitas atau praktik politik uang.

Kondisi global yang masih dipenuhi berbagai konflik dan ketidakpastian turut berdampak hingga ke daerah. Dampaknya bahkan dirasakan langsung di pasar-pasar tradisional, termasuk di wilayah Barung-Barung Belantai hingga Tapan, di mana harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan akibat tekanan krisis energi dunia.

Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya peran Wali Nagari ke depan. Masyarakat tidak lagi hanya membutuhkan pemimpin yang unggul dalam retorika adat, tetapi sosok yang mampu mengelola potensi nagari secara nyata untuk memperkuat ekonomi warga.

Kemandirian nagari kini menjadi kebutuhan mendesak. Wali Nagari terpilih diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan Dana Desa agar benar-benar menyentuh sektor produktif, seperti pengembangan pertanian, pemberdayaan UMKM melalui digitalisasi, hingga pembangunan lumbung pangan nagari.

Dengan demikian, nilai-nilai adat tetap terjaga melalui kepemimpinan yang mampu memberikan solusi konkret terhadap persoalan ekonomi masyarakat. Kekuatan bangsa pada dasarnya berawal dari ketahanan nagari di tingkat lokal.

Pilwana Pesisir Selatan 2026 pun menjadi lebih dari sekadar agenda demokrasi rutin, melainkan sebuah proses penting dalam mencari pemimpin yang mampu membawa nagari melewati tantangan krisis ekonomi. Pilihan masyarakat nantinya akan menentukan apakah nagari menjadi penonton perubahan zaman, atau justru menjadi benteng utama kesejahteraan warganya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update