Notification

×

Iklan

SPH Terapkan Bedah Minimal Invasif untuk Pemulihan Lebih Cepat

Kamis, 16 April 2026 | 02:35 WIB Last Updated 2026-04-15T19:35:00Z

Bedah minimal invasif di Semen Padang Hospital (SPH).

Padang, Rakyatterkini.com – Semen Padang Hospital (SPH) terus mengembangkan inovasi di bidang layanan kesehatan dengan menerapkan teknik bedah minimal invasif, yaitu metode operasi modern yang memungkinkan pasien pulih lebih cepat dan segera kembali beraktivitas.

Dengan metode ini, pasien yang menjalani tindakan operasi bahkan berpotensi dapat pulang hanya dalam waktu satu hari. Hal tersebut dimungkinkan karena prosedur dilakukan melalui sayatan yang jauh lebih kecil dibandingkan operasi konvensional, sehingga rasa nyeri dapat diminimalkan dan proses pemulihan menjadi lebih singkat.

Bedah minimal invasif menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan tindakan medis efektif tanpa harus menjalani perawatan rawat inap yang lama. Selain itu, teknik ini juga dinilai mampu menurunkan risiko komplikasi serta mempercepat penyembuhan pasien.

“Teknologi ini membuat pasien tidak perlu lama meninggalkan aktivitas sehari-hari, karena pemulihan berlangsung lebih cepat dengan hasil yang tetap optimal,” ujar General Manager Layanan Medis, dr. Dewi Nensi Putri, MARS.

Penerapan metode ini merupakan bagian dari komitmen SPH dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, sekaligus menghadirkan solusi medis yang lebih modern, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Inovasi tersebut juga sejalan dengan gaya hidup masyarakat modern yang menginginkan layanan kesehatan yang cepat, aman, serta tidak banyak mengganggu aktivitas harian.

Dengan keunggulan tersebut, SPH mengajak masyarakat untuk memanfaatkan perkembangan teknologi medis terkini yang tidak hanya efektif, tetapi juga memberikan kenyamanan lebih selama proses perawatan.

Sejumlah tindakan yang termasuk dalam kategori bedah minimal invasif kini sudah banyak diterapkan di berbagai rumah sakit, di antaranya:

Pertama, artroskopi (arthroscopy), yaitu prosedur untuk menangani gangguan pada sendi seperti lutut, bahu, dan pergelangan tangan dengan menggunakan kamera kecil yang dimasukkan melalui sayatan kecil.

Kedua, laparoskopi (laparoscopy), yang digunakan untuk operasi di area perut seperti usus, kantong empedu, hingga organ reproduksi, dengan bantuan kamera sehingga tindakan lebih akurat dan minim sayatan.

Ketiga, FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery), yaitu prosedur endoskopi untuk memeriksa dan menangani masalah pada sinus menggunakan kamera kecil melalui hidung.

Selanjutnya, bedah mikroskopik (microscopic surgery), yaitu operasi dengan bantuan mikroskop untuk menangani jaringan atau organ berukuran sangat kecil seperti saraf dan pembuluh darah.

Di bidang urologi, terdapat prosedur seperti URS (Ureteroscopy) dan PCNL (Percutaneous Nephrolithotomy) yang digunakan untuk menangani batu pada saluran kemih dan ginjal tanpa operasi besar.

Selain itu, ada juga RIRS (Retrograde Intrarenal Surgery), teknik modern untuk menghancurkan batu ginjal menggunakan alat fleksibel melalui saluran kemih tanpa perlu sayatan besar.

Pada bidang oftalmologi, terdapat metode phacoemulsification (phaco), yaitu teknik operasi katarak dengan menghancurkan lensa mata yang keruh menggunakan gelombang ultrasonik, kemudian diganti dengan lensa buatan.

Secara keseluruhan, bedah minimal invasif menawarkan banyak keuntungan, mulai dari menurunkan risiko infeksi, mempercepat masa perawatan di rumah sakit, hingga memungkinkan pasien kembali beraktivitas lebih cepat.

Ke depan, metode ini diharapkan dapat semakin luas diterapkan di berbagai fasilitas kesehatan agar masyarakat memperoleh layanan medis yang lebih aman, nyaman, dan efektif.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update