Padang, Rakyatterkini.com — Terminal Kampung Rambutan di Jakarta Timur kembali memperlihatkan aktivitas padat yang menjadi bagian dari rutinitas para perantau Minang yang hendak pulang ke kampung halaman.
Pada Selasa pagi (28/4), suasana di ruang tunggu terminal tampak hidup dengan lalu lintas penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tujuan Sumatra Barat yang terus mengalir.
Persaingan antar perusahaan otobus (PO), baik yang sudah lama dikenal maupun pemain baru, terlihat semakin sengit dalam menarik minat penumpang.
Dari pantauan di lokasi, pergerakan calon penumpang menuju berbagai daerah di Ranah Minang masih tergolong ramai sejak pagi hari. Sejumlah bus dari berbagai operator sudah terlihat mengantre di jalur keberangkatan.
Beberapa PO besar seperti Tunas Antarnusa Muda, NPM, ANS, dan Gumarang Jaya masih mendominasi aktivitas keberangkatan. Namun, perhatian juga tertuju pada dua pendatang baru, yaitu Al Hijrah dan Miyor, yang justru menunjukkan aktivitas cukup tinggi pada hari kerja tersebut.
Berdasarkan informasi dari Ridho, seorang pengamat sekaligus kreator konten yang kerap memantau bus Sumatra Barat di terminal tersebut, Al Hijrah tercatat mengoperasikan empat unit bus menuju Sumbar pada hari itu. Jumlah tersebut dinilai cukup mengejutkan untuk hari Selasa.
“Informasi hari ini Al Hijrah ada empat keberangkatan ke Ranah Minang. Menariknya, di hari kerja seperti ini justru mereka paling banyak berangkat ke Sumbar,” ujar Ridho.
Hingga menjelang siang, arus keberangkatan terus berlangsung bergantian. PO NPM tercatat mengoperasikan tiga armada, termasuk kelas Sultan dan Eksekutif. Sementara itu, ANS mengirimkan dua unit bus dengan layanan Royal dan Luxury.
PO Tunas Antarnusa Muda juga turut beroperasi dengan dua armada, salah satunya dikemudikan oleh sopir senior yang dikenal dengan julukan Melchan. Sosok tersebut sebelumnya dikenal saat masih bergabung dengan ANS sebelum beralih ke Tunas Antarnusa Muda. Bus yang dikendarainya kali ini melayani rute Amanah, Lubuk Basung.
Di sisi lain, PO Miyor mengoperasikan dua unit bus untuk jalur pesisir, sedangkan PO Palala tercatat memberangkatkan satu armada di jadwal awal keberangkatan. PO Transport Express juga ikut meramaikan persaingan dengan mengoperasikan bus andalannya, Bungo Galeh, yang melayani rute Pariaman dan Lubuk Basung.
Meningkatnya persaingan antar PO ini memberikan keuntungan bagi penumpang. Beragam pilihan layanan dengan fasilitas yang semakin nyaman, mulai dari kursi yang lebih lega hingga kelas premium seperti Grand Captain, membuat masyarakat memiliki lebih banyak opsi untuk perjalanan jarak jauh dengan tingkat kenyamanan dan keamanan yang lebih baik di jalur Sumatra.(da*)


