Notification

×

Iklan

Pemko Payakumbuh Perketat Pengendalian Program Usai Evaluasi Triwulan I

Senin, 13 April 2026 | 07:45 WIB Last Updated 2026-04-13T00:45:00Z

Pemerintah Kota Payakumbuh langsung tancap gas melakukan penguatan pengendalian program. 

Payakumbuh, Rakyatterkini.com – Menindaklanjuti hasil evaluasi Triwulan I yang dipimpin Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, Pemerintah Kota Payakumbuh bergerak cepat dengan memperkuat sistem pengendalian dan pelaksanaan program di seluruh perangkat daerah.

Selama tiga hari berturut-turut, mulai Rabu hingga Jumat, Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar kegiatan evaluasi kinerja secara menyeluruh di Balai Kota. 

Kegiatan ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam forum “bedah kinerja” yang dilakukan secara intensif untuk mengukur capaian program dan serapan anggaran.

Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) tersebut dipimpin dalam tiga klaster koordinasi yang berada di bawah Asisten Sekretariat Daerah I, II, dan III. Agenda ini tidak hanya bersifat formalitas, tetapi menjadi langkah penting untuk memastikan penggunaan APBD benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Fokus pembahasan mencakup capaian realisasi fisik dan keuangan hingga akhir Maret 2026. Dua aspek utama yang menjadi perhatian adalah ketepatan penginputan Rencana Umum Pengadaan (RUP) melalui aplikasi SiRUP sebagai indikator transparansi, serta peningkatan penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan pelibatan Usaha Mikro Kecil (UMK) dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dalam pembahasan yang berlangsung aktif, Pemko Payakumbuh juga menyelaraskan berbagai program daerah dengan agenda nasional. Beberapa prioritas yang digenjot antara lain pembentukan Koperasi Merah Putih, pelaksanaan program MBG, serta pengawasan distribusi pupuk dan BBM agar lebih tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong percepatan revitalisasi pasar, peningkatan layanan RSUD Adnan WD, hingga pengembangan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan serta pembangunan infrastruktur kota yang lebih nyaman dan humanis.

Dalam rapat tersebut, para asisten memberikan arahan tegas terhadap berbagai kendala yang disampaikan oleh OPD. Nofriwandi menegaskan bahwa seluruh OPD harus segera menindaklanjuti hasil evaluasi dengan percepatan kerja sesuai aturan yang berlaku tanpa pengecualian.

Sementara itu, Yasrizal menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Ia meminta Bagian Perekonomian untuk memperketat pemantauan distribusi di SPBU guna mengantisipasi potensi kelangkaan BBM yang dapat berdampak pada inflasi daerah.

Dari sisi administrasi, Ifon Satria Can mengingatkan bahwa data yang akurat menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan. Ia menegaskan bahwa Monev harus menjadi alat pengendali agar setiap program berjalan tepat sasaran dan tidak sekadar menghabiskan anggaran.

Meski masih dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti optimalisasi sistem digital dan kelengkapan administrasi, rangkaian rapat tersebut ditutup dengan komitmen bersama. Pemerintah Kota Payakumbuh optimistis target pembangunan tahun 2026 dapat tercapai, tidak hanya dari sisi capaian angka, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update