Notification

×

Iklan

Pemerintah Tingkatkan Target Bedah Rumah Jadi 400.000 Unit

Rabu, 08 April 2026 | 05:00 WIB Last Updated 2026-04-07T22:00:00Z

Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengumumkan bahwa pemerintah akan memperluas program renovasi dan bedah rumah secara besar-besaran pada tahun ini.

Targetnya meningkat drastis, dari 45.000 rumah pada tahun lalu menjadi 400.000 rumah di tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan Maruarar usai menerima pengarahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Senin (6/4/2026).

Menurut Maruarar, dukungan Presiden terhadap program perumahan bagi masyarakat kurang mampu sangat kuat, termasuk dalam upaya memperluas program bedah rumah di seluruh Indonesia.

“Renovasi rumah sebelumnya hanya 45.000 unit, tahun ini ditargetkan mencapai 400.000 unit. Kami juga sedang menyiapkan langkah-langkah agar program ini bisa lebih besar lagi di masa depan,” jelas Maruarar.

Ia menambahkan, pemerintah akan memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dengan memanfaatkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data ini digunakan untuk menentukan masyarakat yang berhak menerima bantuan, terutama golongan miskin.

“Kami bekerja sama dengan BPS agar ada aturan jelas. Misalnya, renovasi rumah ditujukan bagi warga di desil 1 sampai 4,” ujar Maruarar.

Ia menekankan pentingnya regulasi agar bantuan sampai kepada yang membutuhkan. “Harus ada aturan agar penerima tepat sasaran. Jangan sampai yang mampu menerima, sementara yang kurang mampu tidak. Data BPS sudah siap untuk itu,” tambahnya.

Maruarar juga menyebutkan bahwa pada tahun lalu sekitar 220 kabupaten/kota belum menerima program bedah rumah. Tahun ini, seluruh kabupaten/kota di Indonesia akan tercover.

“Tahun lalu sekitar 220 kabupaten/kota tidak mendapat program ini. Tahun ini, semua kabupaten/kota di Indonesia akan menerima bantuan bedah rumah dari Bapak Presiden Prabowo,” katanya.

Ia menilai program tersebut tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.

“Program ini sangat penting, karena akan menggerakkan ekonomi sekaligus menghadirkan keadilan pembangunan,” tutup Maruarar. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update