Notification

×

Iklan

Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Sabtu, 18 April 2026 | 15:16 WIB Last Updated 2026-04-18T08:16:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com — Pemerintah menegaskan bahwa pasokan energi nasional masih dalam kondisi aman dan harga bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil. Selain itu, hingga akhir 2026, pemerintah memastikan tarif BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan.

Kepastian ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, setelah melaporkan perkembangan sektor energi kepada Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah akan berupaya menjaga harga BBM tetap kompetitif dan tidak melebihi harga pasar.

“Kita akan mencari harga yang terbaik. Yang jelas kita akan mencoba agar tidak lebih tinggi dari harga pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, idealnya harga BBM berada di bawah harga pasar. Namun jika belum memungkinkan, setidaknya tidak melampaui harga pasar yang berlaku.

Selain itu, sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah telah mengambil langkah untuk memperkuat keamanan pasokan energi nasional, termasuk memastikan ketersediaan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri hingga Desember 2026.

“Untuk crude atau minyak mentah, dari bulan ini sampai Desember tahun depan insyaallah aman. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Bahlil.

BBM subsidi dipastikan tidak naik

Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa stok BBM dan LPG nasional saat ini berada di atas batas minimum yang ditetapkan. Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi, khususnya BBM bersubsidi.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah telah sepakat, sesuai arahan Presiden Prabowo, untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun.

“Harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai akhir tahun,” tegasnya.

Penguatan ketahanan energi

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga melaporkan perkembangan kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia. Rusia disebut siap membantu pasokan minyak mentah sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur energi di Indonesia.

“Kita akan mendapatkan pasokan crude dari Rusia. Mereka juga siap membantu pembangunan sejumlah infrastruktur penting untuk memperkuat cadangan dan ketahanan energi nasional,” ujarnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update