Notification

×

Iklan

Pariaman Gencarkan Pembentukan Bank Sampah

Kamis, 16 April 2026 | 23:14 WIB Last Updated 2026-04-16T16:14:00Z

Pemerintah Kota Pariaman menggelar sosialisasi.

Pariaman, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kota Pariaman terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dengan menggelar sosialisasi pembentukan bank sampah di Balairung Pendopo Wali Kota Pariaman, Kamis. 

Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menyikapi rencana penghentian sistem pembuangan terbuka di TPA Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, sekaligus mendukung konsep pembangunan kota berwawasan lingkungan atau Blue Green City.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pariaman, Elfis Chandra, yang hadir mewakili Wali Kota. 

Ia menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah langsung dari sumbernya.

Ia menekankan bahwa persoalan sampah merupakan isu global yang mendesak untuk ditangani. Pengelolaan yang tidak tepat dapat berdampak buruk terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat. Saat ini, Kota Pariaman juga dihadapkan pada tantangan serius, termasuk adanya sanksi administratif yang mengharuskan penutupan sistem pembuangan terbuka di TPA Tungkal Selatan.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 130 peserta yang berasal dari berbagai unsur, seperti organisasi perangkat daerah (OPD), lurah, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta kader PKK dan Dasawisma dari 10 desa dan kelurahan percontohan.

Elfis menambahkan bahwa pembentukan bank sampah memiliki landasan hukum yang jelas, mulai dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah hingga program prioritas Wali Kota Pariaman periode 2025–2030 yang menitikberatkan pada pembangunan berbasis lingkungan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diharapkan mulai mengubah cara pandang terhadap sampah, dari yang semula dianggap sebagai limbah menjadi potensi bernilai ekonomi. Dengan sistem bank sampah, warga didorong untuk memilah, mengumpulkan, dan menyetorkan sampah anorganik yang dapat dijual.

Sosialisasi tersebut turut menghadirkan narasumber Syaprudin Islami, Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia Sumatera Barat, yang diharapkan dapat memotivasi terbentuknya lebih banyak unit bank sampah di tingkat desa dan kelurahan.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Pariaman menargetkan pengurangan signifikan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, sekaligus mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.(suger)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update