Notification

×

Iklan

Pemko Pariaman Dorong Investasi Lewat Rakor BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 23:44 WIB Last Updated 2026-04-16T16:44:00Z

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengikuti rapat koordinasi.

Pariaman, Rakyatterkini.com — Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengikuti rapat koordinasi bersama Kepala Badan Pengaturan BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria. 

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor BP BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan No.13, Jakarta Pusat, pada Rabu (15/4/2026).

Rakor yang digagas oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, ini turut dihadiri seluruh kepala daerah tingkat kabupaten dan kota di Sumatera Barat. 

Kegiatan ini bertujuan mempererat kerja sama antara pemerintah daerah dengan BUMN dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis menjadi topik pembahasan, seperti upaya mempercepat arus investasi dan pembangunan infrastruktur daerah. 

Selain itu, turut dibahas pengembangan hilirisasi komoditas unggulan seperti kelapa dan gambir, rencana pengambilalihan pabrik kelapa, pembangunan kawasan kuliner tematik, penguatan sektor pariwisata, serta dukungan terhadap proyek-proyek infrastruktur prioritas.

Dony Oskaria menyampaikan bahwa investasi memiliki peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang saat ini masih tergolong rendah. Ia menilai, masuknya investasi, khususnya di sektor produktif, menjadi faktor utama dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah.

Menurutnya, percepatan investasi perlu dilakukan agar Sumatera Barat tidak tertinggal dibanding daerah lain. Ia juga menyoroti bahwa hingga kini, investasi yang masuk ke sektor produktif masih belum maksimal.

Lebih lanjut, Dony menekankan pentingnya investasi yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, melalui penguatan hilirisasi, penyediaan infrastruktur pendukung, serta kepastian dalam ekosistem investasi.

“Investasi tidak hanya sebatas rencana, tetapi harus mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan daerah,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Sumatera Barat memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari hilirisasi komoditas kelapa dan gambir, pengembangan pariwisata, hingga pembangunan kawasan kuliner tematik serta proyek infrastruktur strategis.

Dengan terjalinnya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan BUMN, diharapkan percepatan investasi dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di Sumatera Barat.(suger)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update