Notification

×

Iklan

Macet 3 Km Terjadi di Sitinjau Lauik Akibat Truk Mogok

Kamis, 30 April 2026 | 21:17 WIB Last Updated 2026-04-30T14:17:00Z

Kemacetan 3 kilometer terjadi di Sitinjau Lauik.

Padang, Rakyatterkini.com – Arus lalu lintas di kawasan Panorama Dua, Sitinjau Lauik, Kota Padang, mengalami kemacetan panjang pada Kamis siang (30/4). Antrean kendaraan bahkan dilaporkan mengular hingga sekitar 3 kilometer ke arah Lubuk Lasih, Kabupaten Solok.

Kondisi ini menyebabkan perjalanan dari Padang menuju Solok maupun sebaliknya tersendat cukup lama. Banyak pengendara harus berhenti total karena kendaraan tidak dapat bergerak maju.

Berdasarkan informasi di lapangan, kemacetan terjadi akibat tiga unit truk mengalami kerusakan di beberapa titik jalur tersebut. Dua di antaranya mogok di kawasan tanjakan Banto yang dikenal sebagai salah satu jalur paling berat di Sitinjau Lauik, sementara satu truk lainnya mengalami masalah di lokasi berbeda sehingga memperparah kepadatan lalu lintas.

Seorang pengendara bernama Rinto mengaku terjebak dalam antrean panjang tersebut.

“Mobil sama sekali hampir tidak bergerak. Kami sudah lebih dari satu jam tertahan di sini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tingginya volume kendaraan besar yang melintas turut memperburuk kondisi kemacetan di jalur tersebut. Rinto berharap ada penanganan cepat agar arus lalu lintas bisa kembali normal.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Riwal, membenarkan adanya kemacetan panjang di kawasan Sitinjau Lauik tersebut.

“Benar, kemacetan terjadi karena beberapa truk mengalami kerusakan di jalur itu,” ujarnya.

Pihak kepolisian telah menurunkan personel ke lokasi untuk mengatur lalu lintas sekaligus membantu proses evakuasi kendaraan yang bermasalah. Upaya tersebut dilakukan agar kemacetan dapat segera terurai.

AKP Riwal juga mengimbau para pengendara agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur Sitinjau Lauik, terutama di area tanjakan yang rawan.

Selain itu, ia menyarankan agar kendaraan dipastikan dalam kondisi prima sebelum melewati jalur ekstrem tersebut demi menghindari kejadian serupa.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update