Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Sosial mengajukan tambahan ribuan tenaga pendidik untuk mendukung pengembangan program Sekolah Rakyat yang terus diperluas. Usulan tersebut mencakup lebih dari 5.000 posisi guru serta sekitar 4.000 tenaga kependidikan yang diajukan kepada Kementerian PAN-RB.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga pengajar meningkat seiring bertambahnya jumlah peserta didik yang ditargetkan dalam program tersebut, baik untuk tahun ini maupun tahun mendatang.
Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah mengusulkan penambahan ribuan guru dan tenaga kependidikan guna memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal di Sekolah Rakyat.
Saat ini, jumlah siswa Sekolah Rakyat hampir mencapai 16.000 orang. Pemerintah berencana menambah lebih dari 30.000 siswa baru tahun ini, sehingga totalnya diperkirakan melampaui 45.000 peserta didik.
Memasuki tahun 2026, target penerimaan siswa baru kembali meningkat hingga lebih dari 60.000 orang, mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan penambahan tersebut, total siswa Sekolah Rakyat diproyeksikan bisa mencapai lebih dari 100.000 orang.
Untuk kriteria dan kebutuhan tenaga pendidik, Kementerian Sosial menyerahkannya kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Meski begitu, para tenaga pengajar yang terpilih tetap akan mendapatkan pelatihan khusus agar kualitas pendidikan tetap terjaga.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang difokuskan untuk memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama yang masuk dalam kelompok Desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini juga terintegrasi dengan berbagai layanan pendukung, seperti program Makan Bergizi Gratis, pemeriksaan kesehatan tanpa biaya, jaminan kesehatan PBI-JK, hingga keterkaitan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.
Saat ini, terdapat 166 lokasi Sekolah Rakyat tahap awal yang tersebar di 38 provinsi dan telah beroperasi sejak Juli 2025, dengan jumlah siswa mencapai sekitar 15.900 orang dari tingkat SD hingga SMA.
Selain itu, pemerintah sedang membangun 101 sekolah permanen pada tahun ini sebagai bagian dari target pembangunan total 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029.
Khusus di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Kementerian Sosial juga menambah 10 lokasi Sekolah Rakyat tahap awal yang ditujukan bagi anak-anak terlantar, anak jalanan, serta mereka yang berisiko putus sekolah.(da*)


