Notification

×

Iklan

Keluarga Balita di Padang Kecewa Berat pada RSUP M. Djamil

Kamis, 23 April 2026 | 11:27 WIB Last Updated 2026-04-23T04:35:04Z

Dugaan kelalaian medis di RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Padang, Rakyatterkini.com – Keluarga balita berinisial A yang meninggal saat menjalani perawatan di RSUP Dr. M. Djamil Padang mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam terhadap pelayanan yang diterima di rumah sakit tersebut.

Doris Flantika, orang tua dari balita tersebut, menilai anaknya tidak memperoleh penanganan medis yang semestinya, terutama pasca menjalani tindakan operasi.

Pihak keluarga menyebutkan bahwa sebelumnya mereka telah meminta agar anaknya dirawat di ruang VIP untuk mengurangi risiko kontak dengan pasien lain. Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi karena pihak rumah sakit menyarankan pasien ditempatkan di ruang ACU bedah umum dengan alasan pertimbangan medis.

“Pihak rumah sakit menyampaikan agar dirawat di ruang ACU bedah umum dengan alasan medis,” ujar Doris kepada wartawan, sebagaimana dikutip infosumbar,net, Rabu (22/4/2026).

Kekecewaan keluarga semakin besar ketika proses perawatan berlangsung. Doris mengungkapkan bahwa saat anaknya dimandikan, wadah yang digunakan dinilai tidak higienis dan airnya tampak keruh.

Selain itu, tindakan perawatan yang dilakukan petugas disebut tidak sesuai prosedur, yang diduga menyebabkan luka operasi kembali berdarah.

Setelah kejadian tersebut, kondisi balita dikabarkan semakin memburuk. Anak mengalami tanda-tanda dehidrasi, serta perubahan warna pada tangan dan bibir yang tampak kebiruan.

“Kami sudah menyampaikan semua keluhan ini kepada pihak manajemen rumah sakit, tetapi tidak merasa mendapatkan respons maupun penanganan yang memadai,” tambahnya.

Atas peristiwa ini, pihak keluarga berencana menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwenang. Mereka juga meminta dilakukan audit independen terhadap sistem pelayanan rumah sakit agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Kami berharap kasus ini terus diusut sampai tuntas, agar tidak terjadi lagi pada pasien lain,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update