Notification

×

Iklan

Kebakaran Rumah di Padang, Kerugian Capai Rp500 Juta

Sabtu, 18 April 2026 | 00:25 WIB Last Updated 2026-04-17T17:25:00Z

Kebakaran satu unit rumah di Seberang Padang.

Padang, Rakyatterkini.com – Sebuah rumah warga dilaporkan terbakar di kawasan permukiman padat di Jalan Sebrang Palinggam (Jl. Bukik Lantik), RT 004/RW 004, Kelurahan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan, pada Jumat pagi (17/4/2026).

Laporan kejadian diterima Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang sekitar pukul 10.11 WIB. Hanya berselang satu menit, sebanyak tujuh unit mobil pemadam langsung dikerahkan menuju lokasi dan tiba pukul 10.17 WIB. Api akhirnya berhasil dijinakkan dan proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 10.46 WIB.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Payan, menjelaskan bahwa kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah dengan luas area terdampak sekitar 200 meter persegi.

“Rumah yang terbakar merupakan milik warga. Sementara untuk penyebab kejadian masih dalam tahap penyelidikan,” ungkapnya.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Finny Natalia Sihombing (37) yang melihat asap mengepul dari bagian rumah, lalu segera melaporkannya kepada petugas pemadam kebakaran.

Diketahui, rumah tersebut milik Herman Nofrianto Halim (46), seorang karyawan swasta. Meski api sempat membesar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini.

“Tidak ada korban jiwa atau warga yang harus mengungsi. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp500 juta,” tambah Budi.

Petugas juga berhasil menyelamatkan aset bernilai sekitar Rp1 miliar serta mencegah api menjalar ke empat bangunan lain di sekitarnya, dengan potensi dampak mencapai area seluas 700 meter persegi.

Dalam upaya pemadaman, sebanyak 90 personel gabungan diterjunkan, yang terdiri dari Damkar Kota Padang, PMI, TNI, Polri, Satpol PP, serta aparat kelurahan dan kecamatan.

Budi juga mengungkapkan bahwa kondisi lingkungan yang padat serta akses jalan yang sempit menjadi kendala tersendiri bagi petugas saat melakukan penanganan di lapangan.

“Wilayahnya padat penduduk dengan akses terbatas, namun berkat koordinasi yang baik, api bisa segera dikendalikan,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update