Notification

×

Iklan

Kebakaran Hanguskan 17 Ruko di Gunungsitoli

Sabtu, 11 April 2026 | 07:35 WIB Last Updated 2026-04-11T01:27:23Z

Para pedagang korban kebakaran menyelamati dagangannya.

Jakarta, Rakyatterkini.com -  Kota Gunungsitoli berubah menjadi suasana duka pada Kamis (9/4/2026) sore setelah terjadi kebakaran besar yang melanda kawasan Lingkungan I, Kelurahan Pasar. Peristiwa yang mulai terjadi sekitar pukul 17.45 WIB itu menghanguskan sedikitnya 17 unit rumah toko (ruko).

Api yang cepat membesar tidak hanya meluluhlantakkan bangunan, tetapi juga menghancurkan sumber penghidupan banyak keluarga. Dalam hitungan jam, usaha yang dibangun bertahun-tahun berubah menjadi puing-puing dan abu.

Warga sekitar tampak hanya bisa menyaksikan kejadian tersebut dengan perasaan sedih. Sebagian mencoba menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dibawa, sementara lainnya terpaku menyaksikan kepedihan saat tempat usaha mereka tidak lagi tersisa.

Tokoh masyarakat Nias, Yusman Dawolo (Bang YD), menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah tersebut. Ia menilai kejadian ini bukan sekadar kebakaran biasa, melainkan duka bersama yang berdampak luas bagi kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, di balik bangunan yang terbakar terdapat keluarga yang kehilangan mata pencaharian dan masa depan yang ikut terguncang. Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak hanya berhenti pada rasa iba, tetapi juga bergerak memberikan bantuan nyata kepada para korban.

Ia menekankan pentingnya solidaritas, dengan saling membantu dan menguatkan agar para korban bisa segera bangkit kembali dari musibah ini. Menurutnya, sekecil apa pun bantuan akan sangat berarti dalam situasi seperti ini.

Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di masa mendatang. Peristiwa ini, katanya, harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana kebakaran.

Beberapa usulan yang ia sampaikan antara lain penambahan armada pemadam kebakaran, penyediaan kendaraan khusus untuk bangunan bertingkat seperti ladder tower truck, serta pemerataan fasilitas pemadam hingga tingkat kecamatan.

Ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan demi meningkatkan perlindungan bagi masyarakat agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kerugian besar.

Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa kekuatan utama masyarakat Nias adalah solidaritas dan kebersamaan. Dalam setiap musibah, selalu ada kepedulian yang tumbuh dan saling membantu di tengah kesulitan.

Ia meyakini bahwa dari peristiwa ini akan lahir semangat baru untuk bangkit kembali. Meski banyak yang hilang dalam sekejap, harapan akan tetap ada selama masyarakat terus bersatu dan saling mendukung.

Kebakaran ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dapat berubah dengan sangat cepat. Namun di balik itu, kepedulian dan rasa persaudaraan tetap menjadi kekuatan yang mampu menghidupkan kembali semangat para korban untuk bangkit.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update