Notification

×

Iklan

Kampung Internet Dorong Transformasi Digital Desa

Rabu, 22 April 2026 | 22:39 WIB Last Updated 2026-04-22T15:39:00Z

Optimalisasi jaringan internet.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Alfreno Kautsar Ramadhan, menegaskan bahwa Program Kampung Internet disusun sebagai langkah strategis untuk mewujudkan transformasi digital Indonesia. 

Program ini berlandaskan tiga pilar utama, yakni konektivitas yang merata, pertumbuhan ekonomi, serta keamanan ruang digital.

Pernyataan tersebut disampaikan Alfreno dalam sesi media briefing saat kunjungan jurnalistik Komdigi ke sejumlah titik pelaksanaan Program Kampung Internet di Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa ketiga pilar tersebut menjadi arah kebijakan hingga 2029, guna memastikan masyarakat di berbagai wilayah dapat menikmati akses internet secara merata, mendorong ekonomi berbasis inovasi, serta menciptakan ekosistem digital yang aman dan terlindungi.

Program ini difokuskan pada penyediaan layanan internet yang inklusif dan stabil hingga ke wilayah pedesaan. Sasaran utamanya meliputi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), rumah tangga, serta fasilitas publik.

Menurutnya, pengembangan akses difokuskan pada daerah yang telah memiliki kesiapan infrastruktur, khususnya yang memungkinkan penarikan jaringan fiber optik.

Selain membangun infrastruktur, Komdigi juga memberikan perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Upaya ini dilakukan melalui pelatihan teknis serta membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal di sektor telekomunikasi.

Program pelatihan tersebut menyasar siswa SMK, terutama dalam keterampilan instalasi jaringan fiber optik dan penanganan gangguan teknis dasar. Di sisi lain, kehadiran Telcohub dimanfaatkan sebagai wadah penyaluran tenaga kerja, sehingga penyedia layanan internet (ISP) dapat merekrut teknisi dari masyarakat setempat.

Hingga tahun 2025, Program Kampung Internet telah menghadirkan 1.282 titik akses yang tersebar di 22 desa, mencakup 10 kabupaten, 15 kecamatan, dan enam provinsi, termasuk NTB.

Alfreno menambahkan, meskipun jaringan seluler telah menjangkau lebih dari 80 persen wilayah Indonesia, program ini lebih diarahkan pada peningkatan kualitas koneksi melalui jaringan fiber optik yang dinilai lebih stabil.

Ia juga menekankan bahwa manfaat program ini sudah dirasakan masyarakat, terutama dalam mempermudah aktivitas UMKM serta mendukung proses pembelajaran.

“Pelajar kini dapat lebih mudah mengakses materi edukasi melalui fasilitas umum yang tersedia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Program Kampung Internet turut berkontribusi dalam pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. 

Target tersebut meliputi penetrasi internet rumah tangga sebesar 50 persen, cakupan jaringan fiber optik di 90 persen kecamatan, serta kecepatan internet hingga 100 Mbps pada 2029.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update