Jakarta, Rakyatterkini.com – Italia menolak kemungkinan tampil di Piala Dunia 2026 meskipun sempat muncul wacana kontroversial untuk menggantikan posisi Iran.
Isu tersebut berkembang di tengah kekhawatiran adanya potensi boikot terhadap Iran yang dinilai bisa menyebabkan satu slot di turnamen yang akan digelar di Amerika Utara menjadi kosong.
Padahal, Italia sendiri dipastikan tidak lolos ke Piala Dunia 2026 setelah hanya menempati posisi kedua pada fase kualifikasi grup, berada di bawah Norwegia. Langkah Azzurri terhenti setelah mereka kalah melalui adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina pada laga play-off akhir Maret lalu.
Hasil itu memperpanjang catatan buruk Italia yang harus absen di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun, meski mereka merupakan salah satu negara tersukses dengan empat gelar juara dunia.
Di tengah situasi tersebut, Paolo Zampolli, utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memiliki darah keturunan Italia, melontarkan usulan yang cukup mengejutkan. Ia mengaku telah menyampaikan ide tersebut langsung kepada Presiden AS dan Presiden FIFA.
“Saya telah menyarankan kepada Trump dan Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia. Saya orang Italia dan akan menjadi mimpi melihat Azzurri tampil di turnamen yang digelar di Amerika Serikat. Dengan empat gelar juara dunia, mereka pantas berada di sana,” kata Zampolli.
Usulan itu kemudian memicu perdebatan di Italia. Sebagian pihak menilai hal tersebut bisa menjadi kesempatan besar, namun banyak juga yang menganggapnya tidak sesuai dengan prinsip kompetisi olahraga.
Sejumlah pejabat olahraga Italia pun menolak gagasan tersebut.
Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, dengan tegas menyatakan bahwa keikutsertaan di Piala Dunia harus diperoleh melalui jalur kualifikasi di lapangan, bukan lewat keputusan administratif.
“Itu tidak tepat. Anda harus lolos lewat pertandingan,” ujar Abodi seperti dikutip dari Football Italia.
Sikap serupa juga disampaikan Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio. Ia menegaskan bahwa Italia tidak seharusnya tampil jika tidak berhasil lolos secara resmi.
“Pertama, saya rasa itu tidak mungkin. Kedua, saya akan merasa tersinggung. Untuk tampil di Piala Dunia, Anda harus pantas,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kegagalan di kualifikasi harus diterima sebagai bagian dari hasil kompetisi, bukan dicari jalan pintas.
Hingga saat ini, FIFA belum mengeluarkan keputusan apa pun terkait kemungkinan penggantian Iran. Namun, penolakan dari pihak olahraga Italia menegaskan komitmen mereka terhadap prinsip fair play dalam sepak bola dunia.(da*)


