Notification

×

Iklan

Polda Sumbar Minta Kasus VCS Bupati Limapuluh Kota Tak Dibesarkan

Jumat, 24 April 2026 | 17:16 WIB Last Updated 2026-04-24T10:31:26Z

Mapolda Sumbar

Limapuluh Kota, Rakyatterkini.com – Kepolisian Daerah Sumatera Barat mengimbau agar kasus dugaan rekaman video call sex (VCS) yang menyeret nama Bupati Limapuluh Kota, Safni, tidak kembali menjadi sorotan publik secara berlebihan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya. Ia menjelaskan permintaan itu berasal dari pihak Bupati Safni karena kasus tersebut dinilai memberikan tekanan psikologis, terutama bagi keluarga dan anak-anaknya.

“Ini berkaitan dengan keluarganya dan anak-anaknya. Secara psikologis tentu berat, jadi kalau bisa jangan terus diangkat lagi pemberitaannya,” ujar Susmelawati, seperti dikutip dari Langgam.id, Kamis (23/4/2026).

Terkait perkembangan penanganan kasus tersebut, Susmelawati mengaku belum mendapatkan laporan terbaru. Saat ini perkara itu masih ditangani oleh Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar.

Kasus dugaan VCS yang menyeret nama Bupati Limapuluh Kota tersebut sebelumnya melibatkan seorang pria berinisial ABG yang diketahui merupakan narapidana di Lapas Sarolangun. 

Polda Sumbar menyebut hasil pemeriksaan awal menyatakan rekaman itu merupakan hasil rekayasa atau editan, sesuai keterangan dari pelaku.

Namun di sisi lain, pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat memberikan pandangan berbeda. Ia menilai rekaman tersebut diduga bukan hasil editan, karena menurut analisisnya, sosok pria dan perempuan dalam video itu terlihat tidak menunjukkan adanya manipulasi digital.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update