Notification

×

Iklan

Indonesia Kecam Spanduk Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 00:16 WIB Last Updated 2026-04-23T14:54:04Z

Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan kecaman tegas atas aksi militer Israel yang memasang spanduk bernuansa propaganda di area reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

Melalui pernyataan resmi di platform X pada Rabu (22/4/2026), Kemlu RI menilai pemasangan spanduk bertuliskan “Rising Lion” oleh pasukan Israel sebagai tindakan yang bersifat provokatif dan tidak bisa dibenarkan.

Indonesia berpandangan bahwa penggunaan simbol militer di atas fasilitas kesehatan, apalagi yang telah rusak akibat konflik, merupakan bentuk pelecehan terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan.

Kemlu juga menegaskan bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza merupakan fasilitas sipil yang dibangun untuk memberikan layanan medis bagi warga Palestina.

“Tindakan tersebut mencederai nilai kemanusiaan dan merendahkan fasilitas yang didirikan dari solidaritas rakyat Indonesia untuk membantu masyarakat Palestina,” demikian disampaikan dalam pernyataan resmi Kemlu.

Selain itu, Indonesia menekankan pentingnya perlindungan terhadap rumah sakit dan seluruh fasilitas kesehatan sesuai dengan ketentuan hukum humaniter internasional.

Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk menghentikan tindakan yang melanggar perlindungan terhadap infrastruktur sipil, serta menuntut adanya pertanggungjawaban atas serangan terhadap fasilitas medis di Jalur Gaza.

Diketahui, Rumah Sakit Indonesia telah terdampak serangan militer Israel sejak Oktober 2023 hingga masa gencatan senjata pada Oktober 2025.

Sementara itu, Direktur rumah sakit, Marwan Al-Sultan, dilaporkan meninggal dunia setelah kediamannya di Gaza Barat menjadi sasaran serangan pada Juli 2025.

Sejumlah laporan media internasional menyebutkan bahwa spanduk “Rising Lion” dipasang di bagian atap bangunan. Istilah tersebut juga dikenal sebagai nama operasi militer Israel terhadap Iran yang berlangsung pada Juni 2025.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update