Notification

×

Iklan

Harga Plastik Melonjak, Penjualan Pedagang Turun

Jumat, 03 April 2026 | 01:33 WIB Last Updated 2026-04-02T18:33:00Z

Harga Plastik Naik Drastis di Pasar Raya Solok

Jakarta, Rakyatterkini.com– Harga berbagai produk plastik dilaporkan mengalami kenaikan tajam di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa lonjakan ini dipicu oleh naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang terdampak konflik di Timur Tengah.

Di Pasar Raya Solok, seorang pedagang plastik bernama Beni (35) yang berjualan di Toko Aneka Plastik menyampaikan bahwa kenaikan harga sudah mulai terasa sejak sekitar dua minggu sebelum Lebaran pada Maret lalu dan masih berlanjut hingga sekarang.

“Kenaikan sudah terjadi sejak dua minggu menjelang Lebaran sampai saat ini,” ujarnya saat ditemui pada Rabu (1/4/2026).

Beni menjelaskan, meningkatnya harga bahan baku membuat harga dari distributor ikut naik, sehingga berdampak langsung pada penurunan penjualan di tingkat pedagang.

Menurutnya, hampir semua jenis produk plastik mengalami kenaikan, mulai dari kantong plastik, gelas, hingga perlengkapan makan sekali pakai.

Ia mencontohkan, plastik jenis PE yang sebelumnya dijual Rp25 ribu per pak kini melonjak menjadi Rp55 ribu. Sementara itu, thinwall naik dari Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu per pak, dan ada juga produk plastik yang harganya naik dari Rp5 ribu menjadi Rp10 ribu.

Selain itu, harga kertas pembungkus juga mengalami kenaikan dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu. Bahkan sendok plastik ada yang harganya meningkat hingga dua kali lipat, dari Rp10 ribu.

Kenaikan signifikan juga terjadi pada pembelian dalam jumlah besar. Harga kantong kresek misalnya, yang sebelumnya Rp630 ribu per bal kini mencapai sekitar Rp1 juta per bal. Kenaikan serupa juga terjadi pada gelas plastik dan berbagai produk lainnya.

Penjualan Menurun Drastis

Lonjakan harga ini berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Beni mengaku penjualannya turun hingga sekitar 40 persen dibandingkan kondisi normal.

“Biasanya pembeli mengambil 10, sekarang hanya 5. Banyak yang mengurangi pembelian karena menyesuaikan anggaran,” katanya.

Situasi pasar pun terlihat lebih sepi dari biasanya karena transaksi yang menurun.

Untuk mempertahankan pelanggan, Beni mengaku terpaksa mengurangi margin keuntungan, bahkan terkadang hanya menjual sedikit di atas harga modal.

“Kami ambil untung tipis supaya pelanggan tetap bertahan,” ujarnya.

Meski banyak pelanggan yang terkejut dengan kenaikan harga, mereka tetap membeli karena kebutuhan, terutama bagi pedagang kecil.

Stok Mulai Sulit Didapat

Selain harga yang tinggi, ketersediaan barang juga mulai menjadi masalah. Beni mengatakan beberapa jenis plastik kini sulit ditemukan di pasaran.

“Banyak barang yang kosong. Pabrik juga kesulitan produksi karena bahan baku terbatas,” jelasnya.

Ia pun belum bisa memastikan apakah harga akan kembali stabil atau justru terus meningkat, mengingat harga dari distributor masih belum menentu.

“Katanya harga ini masih sementara, tapi belum jelas ke depan apakah akan turun atau naik lagi. Selama saya berdagang, ini yang paling tinggi,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update