![]() |
| Pengurus Forwaka Gunungsitoli mendapat ucapan selamat. |
Gunungsitoli, Rakyatterkini.com – Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Gunungsitoli resmi dikukuhkan dan dilantik, Senin (27/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, insan pers diharapkan tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Pengurus Forwaka Gunungsitoli dilantik oleh Ketua Forwaka Sumatera Utara, Irfandi, yang didampingi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Firman Halawa.
Kajari Firman Halawa menyampaikan ucapan selamat dan menekankan pelantikan ini merupakan momen bersejarah karena menjadi kali pertama organisasi ini terbentuk di Gunungsitoli.
"Saya menekankan kepada teman-teman Forwaka agar tetap menjunjung tinggi profesionalisme dan objektifitas sesuai ketentuan pers. Kritik boleh disampaikan, namun hendaknya tetap konstruktif dan tidak hanya bersifat subjektif semata. Kehadiran kami hari ini adalah bukti nyata bahwa kami siap bersinergi," ujar Firman Halawa.
Ia menyarankan agar anggota Forwaka tidak hanya fokus pada informasi internal kejaksaan, tetapi juga membuka diri terhadap berbagai informasi publik lainnya.
"Meskipun bernama Forwaka, saya mendorong teman-teman untuk tetap membuka diri dan mengakses informasi dari berbagai sumber luar demi kelengkapan pemberitaan," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Forwaka Sumatera Utara, Irfandi, mengaku sangat bangga atas terbentuknya Forwaka Gunungsitoli yang mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan kejaksaan setempat.
"Kami merasa bangga atas peran serta Kajari Gunungsitoli beserta jajaran. Jadilah jurnalis yang profesional dan berintegritas. Semoga sinergi yang terbangun hari ini dapat terus berkesinambungan ke depannya," kata Irfandi.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepulauan Nias, Suarman Telaumbanua, yang juga tergabung dalam kepengurusan. Ia berharap adanya kolaborasi yang kuat antar organisasi pers.
"Dengan pelantikan ini menjadi awal yang baru. SMSI siap mendukung penuh dan berkolaborasi bersama Forwaka dalam setiap kegiatan positif," ucapnya.
Ketua Panitia Pelantikan, Sabarman Zalukhu, memaparkan pembentukan Forwaka Gunungsitoli dimulai sejak diterimanya mandat pada 21 Januari 2026, disusul dengan terbitnya Surat Keputusan dari Forwaka Sumut pada 27 Januari 2026.
Setelah SK diterima, tim kepengurusan melakukan audiensi penting dengan Kajari Gunungsitoli untuk mematangkan rencana. Penjadwalan sempat mengalami penyesuaian karena bertepatan dengan bulan Ramadan dan Idulfitri, hingga akhirnya disepakati digelar akhir April ini.
“Pelantikan ini tidak terlepas dari dukungan penuh Kajari beserta jajaran. Saat ini personel pengurus berjumlah 19 orang yang mewakili berbagai media. Diperkirakan total media yang tergabung bisa mencapai 30 lembaga, karena setiap pengurus menaungi 2 hingga 4 media. Harapannya, Forwaka mampu menjadi corong informasi yang kredibel dan akurat,” jelas Sabarman.
Di hadapan para undangan, Ketua Forwaka Gunungsitoli, Bothaniman J Telaumbanua, menyampaikan terima kasih dan menyadari beratnya tanggung jawab yang diemban.
"Pelantikan ini adalah amanah besar, bukan sekadar jabatan, melainkan pengabdian untuk mengawal hukum yang adil dan transparan. Tantangan di era digital sangat besar, arus informasi cepat dan berita hoax mudah menyebar. Maka dari itu, profesionalisme dan integritas adalah harga mati," tegasnya.
Ia mengajak seluruh anggota untuk selalu memverifikasi fakta sebelum mempublish berita, serta menjaga keseimbangan antara kepentingan publik dan opini pribadi.
Usai prosesi pelantikan, rangkaian acara dilanjutkan dengan kegiatan sosial berupa pemberian tali asih dan santunan kepada anak-anak Panti Asuhan Faomasi Zoaya yang diserahkan langsung oleh Kajari Gunungsitoli, pengurus Forwaka Sumut, serta pengurus Forwaka Gunungsitoli sebagai wujud kepedulian. (lase)


