Padang, Rakyatterkini.com – PT Pusri Palembang menegaskan bahwa ketersediaan serta distribusi pupuk di Sumatera Barat tetap terjaga dengan baik, khususnya selama masa peralihan penugasan distribusi pupuk urea bersubsidi.
Mulai 1 April 2026, Sumatera Barat resmi masuk dalam wilayah distribusi pupuk urea bersubsidi yang dikelola Pusri berdasarkan penugasan dari PT Pupuk Indonesia (Persero).
VP Komunikasi dan Administrasi Korporat Pusri, Rustam Effendi, menyampaikan bahwa perusahaan tetap memastikan penyaluran berjalan lancar dengan memanfaatkan stok yang sudah tersedia dari wilayah distribusi sebelumnya.
“Sejak penugasan berlaku efektif per 1 April 2026, distribusi tetap berjalan normal dan tidak mengganggu kebutuhan petani. Ketersediaan stok di Sumatera Barat juga mencukupi untuk mendukung musim tanam,” ungkapnya, Senin.
Hingga 10 April 2026, realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi di Sumatera Barat telah mencapai 27.215 ton atau sekitar 85 persen dari total alokasi bulan April yang sebesar 31.944 ton.
Di sisi lain, stok pupuk yang tersedia tercatat sebanyak 11.701 ton dan berada dalam kondisi aman, terutama untuk menunjang kebutuhan pada musim tanam kedua.
Selain pupuk bersubsidi, Pusri juga terus mengoptimalkan distribusi melalui jalur ritel serta program Agrosolution yang mulai diterapkan di wilayah tersebut.
Rustam menambahkan bahwa pupuk urea memiliki peran penting dalam meningkatkan hasil pertanian karena kandungan nitrogen yang tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan vegetatif tanaman.
Pusri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dalam menjaga kelancaran distribusi pupuk serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian, khususnya di Sumatera Barat.(da*)


