Payakumbuh, Rakyatterkini.com – Peringatan Hari Kartini tahun ini bagi Dewi Mulia bukan hanya sebatas mengenakan pakaian adat dalam acara seremonial.
Di ruang kerjanya pada Senin, 20 April 2026, Camat Payakumbuh Selatan tersebut menekankan bahwa nilai perjuangan R.A. Kartini harus terus dihidupkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Ia meyakini bahwa perempuan modern merupakan fondasi penting pembangunan yang harus kuat secara ekonomi, berwawasan luas, serta mandiri dalam kehidupan sosial.
Dewi sendiri merupakan contoh nyata dari semangat tersebut. Selain memimpin wilayah, ia juga menjalankan peran sebagai istri dan ibu dari empat anak. Menurutnya, menjalankan dua tanggung jawab besar sekaligus memang tidak mudah, namun dapat dilakukan dengan pengelolaan waktu yang baik serta dukungan lingkungan sekitar. Pengalamannya menjadi pemimpin sekaligus ibu rumah tangga menjadi bukti bahwa perempuan mampu berperan di berbagai ruang kehidupan.
Perjalanan pengabdiannya dalam dunia pendidikan sudah dimulai sejak 2008, ketika masih menjabat lurah. Saat itu, ia mendirikan PAUD Harapan Bunda di Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang. Kini, lembaga tersebut tetap ia kembangkan sebagai Bunda PAUD. Ia percaya bahwa pembentukan karakter bangsa berawal dari pendidikan anak usia dini, sehingga ia fokus memperkuat kualitas tenaga pendidik dan pengembangan kurikulum dasar.
Di bawah kepemimpinannya, Kecamatan Payakumbuh Selatan juga berkembang menjadi wilayah yang lebih responsif terhadap isu gender. Peran perempuan tidak lagi hanya pelengkap dalam musyawarah perencanaan pembangunan, tetapi turut menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan. Berbagai program pemberdayaan ekonomi juga berkembang, seperti dukungan terhadap UMKM Tenun Balai Panjang serta kerajinan bambu yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.
Selain itu, ia juga mendorong pengelolaan sampah berbasis konsep 3R (reduce, reuse, recycle) yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi dari limbah rumah tangga.
Tidak hanya fokus pada ekonomi, Dewi juga aktif menangani persoalan sosial. Ia bekerja sama dengan puskesmas dan KUA dalam program pencegahan stunting melalui inisiatif DAHSAT. Ia juga tegas dalam mengedukasi masyarakat agar menghindari praktik pernikahan dini dan nikah siri, demi memastikan anak-anak perempuan memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang dengan baik sebelum memikul tanggung jawab keluarga.
Melalui pemantauan dan evaluasi berkelanjutan, Dewi Mulia berupaya membangun Payakumbuh Selatan menjadi wilayah yang lebih inklusif, di mana perempuan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga pelaku utama perubahan di daerahnya.
“Perempuan tidak harus memilih antara menjadi ibu yang baik atau pemimpin yang kuat. Keduanya bisa dijalani sekaligus. Namun yang terpenting, sebuah daerah tidak akan maju jika setengah penduduknya masih tertinggal,” ujarnya.
Ia menambahkan dengan penuh optimisme, “Di Payakumbuh Selatan, kami tidak menunggu perubahan. Kami adalah bagian dari perubahan itu sendiri. Karena ketika satu perempuan berdaya, maka satu generasi ikut terselamatkan.”(da*)


