Notification

×

Iklan

BPBD Payakumbuh Latih Mitigasi Bencana di SLB Aua Kuning

Jumat, 10 April 2026 | 20:00 WIB Last Updated 2026-04-10T13:00:00Z

Sosialisasi mitigasi dan simulasi evakuasi bagi guru serta siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Payakumbuh, Rakyatterkini.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh terus meningkatkan upaya kesiapsiagaan bencana hingga ke tingkat masyarakat paling bawah. 

Kali ini, perhatian difokuskan pada kelompok rentan melalui kegiatan edukasi mitigasi serta simulasi evakuasi yang melibatkan guru dan siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) B Aua Kuning, Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, yang menekankan pentingnya penerapan mitigasi bencana yang inklusif. 

Pendekatan ini bertujuan menciptakan sistem pengurangan risiko bencana yang adil, dengan melibatkan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, perempuan, dan anak-anak sebagai pihak yang aktif dalam upaya penyelamatan diri.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan bagi siswa SLB memiliki kebutuhan khusus. 

Ia menjelaskan keterbatasan yang dimiliki oleh penyandang disabilitas, baik fisik maupun nonfisik, memerlukan metode penanganan yang berbeda dan lebih terarah.

Menurutnya, dalam situasi darurat, penyandang disabilitas sering menghadapi berbagai kendala yang membuat mereka kesulitan merespons dengan cepat. Oleh karena itu, BPBD hadir untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan dasar agar mereka mampu melindungi diri saat terjadi bencana.

Devitra juga menegaskan bahwa penyampaian materi saja tidak cukup tanpa adanya praktik langsung. Melalui simulasi yang dilakukan, siswa dan guru dilatih untuk tetap tenang serta memahami langkah-langkah evakuasi, baik secara mandiri maupun dengan arahan.

Ia berharap kegiatan ini dapat membentuk kemandirian dan kesiapan warga sekolah, sehingga mereka mampu mengambil tindakan yang tepat sesuai kemampuan masing-masing ketika menghadapi situasi darurat.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/4/2026) ini diikuti oleh 50 siswa dan 12 guru. Selama kurang lebih tiga jam, peserta mendapatkan materi dari tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Payakumbuh.

Salah satu pemateri, Meri Handayani, menjelaskan bahwa materi disampaikan dengan cara sederhana agar mudah dipahami. Fokus pelatihan meliputi pengenalan manajemen risiko bagi kelompok rentan serta penyusunan rencana evakuasi yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Ia juga menambahkan bahwa peserta dilatih melakukan evakuasi secara mandiri di lingkungan sekolah. Simulasi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai langkah yang harus dilakukan ketika tanda bahaya berbunyi.

Sementara itu, Kepala SLB B Aua Kuning, Silvia Witvita, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai program ini sangat bermanfaat dan memberikan dampak positif, baik bagi siswa maupun tenaga pengajar.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang meningkatkan pemahaman siswa, sekaligus membantu guru dalam membimbing dan mengarahkan siswa saat terjadi kondisi darurat.

Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah berencana menjadikan kegiatan ini sebagai program rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan. Selain itu, sekolah juga akan mulai menyusun jalur evakuasi sesuai standar keselamatan.

Silvia menegaskan bahwa aspek keamanan menjadi prioritas utama, terutama karena sebagian siswa tinggal di asrama. Oleh sebab itu, penyusunan jalur evakuasi yang baik dinilai penting untuk melindungi seluruh warga sekolah. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update