Notification

×

Iklan

BNN dan BRIN Perkuat Riset Hadapi Ancaman Narkotika

Sabtu, 18 April 2026 | 11:36 WIB Last Updated 2026-04-18T04:36:00Z

Kepala BNN RIdan Kepala BRIN melakukan audiensi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) semakin mempererat kerja sama strategis dalam bidang penelitian serta pemanfaatan teknologi. Kolaborasi ini dilakukan untuk menghadapi perkembangan ancaman narkotika yang semakin beragam dan kompleks.

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas rencana perluasan sinergi lintas sektor riset, mulai dari bidang kesehatan, elektronika, hingga teknologi informasi dan informatika.

Kepala BRIN menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung tugas-tugas BNN dengan memanfaatkan fasilitas serta sumber daya penelitian yang dimiliki. Menurutnya, BRIN dapat berperan dalam kajian teknis yang lebih mendalam, termasuk analisis kandungan senyawa pada tanaman serta pengembangan alat deteksi dini terhadap munculnya jenis narkotika baru.

Ia juga menegaskan bahwa BRIN memiliki fasilitas riset yang termasuk lengkap di kawasan Asia Tenggara, yang dapat digunakan untuk mempercepat identifikasi dan analisis berbagai senyawa narkotika secara lebih akurat dan efisien.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah memperkuat ketahanan sektor kesehatan nasional, terutama dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku obat impor. Indonesia sendiri diketahui memiliki kekayaan hayati yang sangat besar, dengan lebih dari 31 ribu jenis tanaman yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku industri farmasi.

Namun demikian, pemanfaatan potensi tersebut tetap harus diawasi secara ketat agar tidak disalahgunakan, khususnya pada tanaman yang mengandung senyawa berisiko narkotika. Oleh karena itu, diperlukan riset yang terarah dan komprehensif agar penggunaannya tetap sesuai untuk kepentingan medis dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mempercepat sinergi riset, terutama untuk merespons kemunculan zat psikoaktif baru atau New Psychoactive Substances (NPS) yang terus berkembang.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan narkotika jenis baru terjadi sangat cepat. Secara global, telah ditemukan lebih dari 1.300 jenis NPS, sementara di Indonesia sendiri sudah terdeteksi sekitar 115 jenis.

Lebih lanjut, melalui kolaborasi ini diharapkan proses sertifikasi bahan baku lokal untuk kebutuhan medis dan industri dalam negeri dapat berjalan lebih baik, dengan pengawasan dari BNN, BRIN, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kerja sama tersebut juga ditargetkan mampu memastikan keamanan, kualitas, serta manfaatnya bagi masyarakat. Pertemuan itu ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk segera menindaklanjuti berbagai kesepakatan melalui langkah teknis yang terukur dan berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update