Notification

×

Iklan

BMKG Dorong Pemasangan Sirene Tsunami di Mentawai

Rabu, 15 April 2026 | 01:16 WIB Last Updated 2026-04-14T18:58:49Z

Warga melintas di gerbang pintu masuk di Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai

Mentawai, Rakyatterkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan urgensi pemasangan sirene peringatan dini tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang dikenal sebagai wilayah terluar Indonesia dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Suadi Ahadi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Mentawai belum memiliki sirene tsunami yang dapat berfungsi dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan sistem peringatan dini sangat penting dan bersifat mendesak, mengingat potensi gempa megathrust yang dapat memicu tsunami besar di wilayah tersebut.

“Mentawai termasuk kawasan dengan potensi tsunami lokal yang sangat cepat, dengan waktu evakuasi atau golden time kurang dari 10 menit,” jelasnya.

Suadi juga mengimbau agar pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengambil langkah konkret untuk memasang sistem sirene sebagai upaya mitigasi risiko bencana.

Selain itu, BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang turut mempertimbangkan penggunaan pengeras suara di masjid dan musala di wilayah pesisir sebagai alternatif sistem peringatan dini.

Upaya ini diharapkan dapat menjadi solusi tambahan untuk mempercepat penyebaran informasi ketika terjadi ancaman tsunami, sehingga masyarakat lebih siap melakukan evakuasi.

Di sisi lain, Kepala BPBD Kepulauan Mentawai, Sarman P Simanungkalit, membenarkan bahwa sirene peringatan dini di daerah tersebut sudah lama tidak berfungsi.

“Dulu memang ada, tetapi sekarang sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi,” ungkapnya.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui berbagai program, seperti pelatihan kebencanaan dan pembentukan kelompok siaga bencana di wilayah rawan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update