Notification

×

Iklan

BMKG Cabut Peringatan Tsunami di Ternate

Kamis, 02 April 2026 | 23:47 WIB Last Updated 2026-04-02T16:47:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mencabut peringatan dini tsunami setelah gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, pada Kamis (2/4/2026).

Pencabutan peringatan diumumkan pukul 09.56 WIB, menyusul pemantauan yang menunjukkan tidak adanya kenaikan signifikan muka air laut yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa selama masa peringatan, lembaganya telah mengeluarkan tiga kali peringatan sesuai prosedur operasional standar (SOP).

“Peringatan dini tsunami diterbitkan tiga kali, dimulai dari fase awal hingga pembaruan kondisi di lapangan, sebelum akhirnya resmi dicabut pukul 09.56 WIB,” kata Faisal.

BMKG mencatat adanya gelombang tsunami di sejumlah titik pemantauan. Tinggi muka air laut tercatat di Halmahera Barat 0,30 meter, Gita 0,24 meter, Bitung 0,20 meter, titik lain di Halmahera Barat 0,15 meter, Tadulako–Sangihe 0,19 meter, Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara 0,75 meter, Belang 0,68 meter, serta Bumbulan 0,13 meter.

Ketinggian tertinggi terpantau di Minahasa Utara (0,75 meter), diikuti Belang (0,68 meter). Data ini menjadi acuan penting untuk mengevaluasi status ancaman tsunami di wilayah terdampak.

Faisal menambahkan, setelah peringatan dicabut, tim penyelamat dan tim penilai kerusakan dapat langsung memasuki daerah terdampak untuk penanganan lanjutan.

“Tim SAR, BPBD, dan tim asesmen bangunan kini bisa masuk ke lokasi terdampak tsunami untuk memberikan pertolongan dan menilai kerusakan,” ujarnya.

Selain itu, hingga pukul 09.50 WIB tercatat 48 gempa susulan (aftershock) berkekuatan antara 3 hingga 5,5. Dua gempa di antaranya dilaporkan terasa oleh masyarakat.

Meski peringatan tsunami sudah berakhir, BMKG menegaskan pemantauan gempa susulan tetap dilakukan secara intensif bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami terus memantau gempa susulan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Kepala BNPB juga saat ini sedang menuju lokasi terdampak,” kata Faisal.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, namun selalu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta memastikan informasi hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG yang telah terverifikasi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update