Jakarta, Rakyatterkini.com — Bank Dunia menilai bahwa investasi yang dijalankan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menjadi faktor penting dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2027.
Pandangan tersebut tertuang dalam laporan World Bank East Asia and Pacific Economic Update April 2026 yang dikutip pada Kamis (9/4/2026).
Dalam laporan itu, Bank Dunia menjelaskan bahwa sebagian besar negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik diperkirakan mengalami sedikit penyesuaian atau perlambatan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini.
Indonesia juga diprediksi menghadapi tantangan serupa, terutama akibat tekanan dari kenaikan harga energi global.
Meski demikian, Bank Dunia menilai Indonesia memiliki peluang kuat untuk menjaga stabilitas pertumbuhan, didukung oleh pendapatan dari sektor komoditas serta investasi dari berbagai program pemerintah, termasuk inisiatif yang dijalankan oleh Danantara.
Lembaga tersebut memperkirakan bahwa dampak investasi ini akan semakin terasa dan memberikan dorongan signifikan pada pertumbuhan ekonomi di tahun berikutnya.
“Pada 2027, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan membaik, didukung oleh investasi Danantara serta kebijakan pelonggaran moneter,” demikian pernyataan Bank Dunia.
Sebagai informasi, pada tahun ini Bank Dunia mencatat bahwa Danantara akan memusatkan investasi pada sektor hilirisasi dan industri strategis.
Sejak awal tahun, Danantara telah memulai pembangunan enam proyek hilirisasi dengan nilai sekitar USD 7 miliar atau setara Rp110 triliun. Proyek tersebut mencakup Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2, smelter aluminium, hingga proyek biorefinery.
Selain itu, Danantara juga berencana memulai pembangunan (groundbreaking) untuk 21 proyek hilirisasi tambahan sepanjang tahun ini.
Bank Dunia juga menyoroti bahwa kebijakan deregulasi dan penyederhanaan perizinan usaha dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
Reformasi kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat berbagai langkah fiskal pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Reformasi kebijakan seperti deregulasi dan penyederhanaan izin usaha, termasuk yang diterapkan di Indonesia, dapat meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja produktif,” tulis Bank Dunia dalam laporannya.(da*)


