Notification

×

Iklan

AS Rugi 4,83 Miliar Dolar di Bulan Pertama Konflik dengan Iran

Selasa, 07 April 2026 | 02:45 WIB Last Updated 2026-04-06T21:12:35Z

Pesawat mata-mata AS Boeing E-3G Sentry AWACS hancur akibat serangan Iran 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Perhitungan kantor berita Turki Anadolu memperkirakan Amerika Serikat (AS) mengalami kerugian mencapai 4,83 miliar dolar AS (sekitar Rp817 miliar) dalam sebulan pertama konflik dengan Iran.

Kerugian terbesar berasal dari hancurnya sejumlah pesawat milik AS, termasuk pesawat pengintai E-3G "Sentry" AWACS senilai 500 juta dolar AS, yang rusak total akibat serangan Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, pada 27 Maret.

Selain itu, pesawat tanker KC-135 Stratotanker jatuh di Irak menewaskan enam awak, dan tiga KC-135 lainnya hancur dalam serangan di Prince Sultan. Perkiraan biaya penggantiannya mencapai 320 juta dolar AS jika disesuaikan dengan inflasi.

Pejabat AS melaporkan kepada CBS News bahwa 12 drone MQ-9 Reaper ditembak jatuh, ditambah tiga drone lainnya menurut laporan intelijen terbuka, sehingga total 15 drone hilang. Dengan harga per unit sekitar 30 juta dolar, total kerugian drone diperkirakan 450 juta dolar.

Pada 24 Maret, helikopter UH-60M Black Hawk senilai 20 juta dolar AS dihantam drone FPV di bekas pangkalan AS Camp Victory, Irak. Di Kuwait, tiga jet tempur F-15E Strike Eagle hancur akibat tembakan salah sasaran dari pertahanan udara setempat. Keenam pilot selamat, namun biaya penggantian pesawat diperkirakan 282 juta dolar.

Satu pesawat F-35 siluman juga terkena tembakan dan harus mendarat darurat, dengan estimasi penggantian 100 juta dolar.

Kerugian lain yang signifikan meliputi kerusakan radar AN/TPY-2 milik sistem pertahanan rudal THAAD di Uni Emirat Arab, Yordania, dan Arab Saudi, diperkirakan mencapai 2 miliar dolar AS. Radar AN/FPS-132 di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, senilai 1,1 miliar dolar, juga terkena rudal Iran pada 28 Februari dan mengalami kerusakan.

Serangan tersebut juga menghancurkan helikopter UH-60M lain di Irak dan radar AN/MPQ-64 Sentinel senilai 5 juta dolar yang ditembak drone FPV. Markas Armada Kelima AS di Manama, Bahrain, diserang dan dua terminal komunikasi satelit beserta beberapa bangunan besar rusak, dengan perkiraan kerugian 20 juta dolar termasuk biaya pemasangan.

Citra satelit dari Kamp Arifjan, Kuwait, menunjukkan tiga kubah radar hancur, menambah kerugian sekitar 30 juta dolar. Pada 14 Maret, radar Saab Giraffe 1X di kompleks Kedutaan Besar AS, Baghdad, dihantam drone Iran. Radar ini mendukung operasi pertahanan Counter Rocket, Artillery, and Mortar (CRAM) dan Counter Unmanned Aerial System (CUAS) dalam radius 75 km, senilai sekitar 2 juta dolar.

Secara keseluruhan, perkiraan total kerugian aset AS dalam bulan pertama konflik mencapai 4,83 miliar dolar AS.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update