![]() |
| Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, bersama Direktur Utama Telkomsel Nugroho. |
Padang, Rakyatterkini.com – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, turun langsung merespons keluhan warga terkait minimnya jaringan seluler di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Pada Rabu (15/4/2026) ia melakukan pertemuan dengan Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, untuk mendorong percepatan pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil setelah viral sebuah video yang memperlihatkan perjuangan siswa SMP di Nagari Galugua. Para pelajar tersebut harus menempuh perjalanan sekitar enam kilometer dan melaksanakan ujian berbasis komputer di bawah tenda darurat demi mendapatkan sinyal internet.
Kondisi ini menggambarkan masih adanya kesenjangan akses digital di daerah terpencil yang kemudian menjadi perhatian luas masyarakat.
Pelaksanaan ujian sendiri berlangsung dengan berbagai keterbatasan. Para siswa bersama guru pengawas tetap berusaha menjalankan ujian meskipun harus berada di bawah terik matahari.
Guru pendamping, Sauki Alfajri, menjelaskan bahwa kendala terbesar adalah buruknya jaringan internet, sehingga proses ujian sempat tertunda lama karena harus menunggu akses sistem daring bisa digunakan.
Meski penuh tantangan, seluruh 14 siswa yang mengikuti ujian akhirnya berhasil masuk ke sistem, menyelesaikan soal, dan mengunggah hasilnya ke server pusat. Perangkat laptop yang digunakan pun merupakan hasil pinjaman dari berbagai pihak.
Salah satu siswa mengungkapkan bahwa di lingkungan sekolah mereka, sinyal internet hampir tidak pernah stabil.
Kondisi tersebut mendorong Andre Rosiade untuk segera bertindak dengan menemui pihak Telkomsel. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan agar aspirasi masyarakat Nagari Galugua segera ditindaklanjuti secara nyata, khususnya terkait pembangunan infrastruktur jaringan.
Andre menyampaikan keprihatinannya atas kondisi para siswa yang harus berjalan jauh hanya untuk mendapatkan akses internet demi mengikuti ujian. Ia meminta Telkomsel segera mengirim tim ke lokasi dan mempercepat pembangunan BTS sebagai solusi jangka panjang bagi warga setempat.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyampaikan permohonan maaf atas masih adanya wilayah blank spot di Nagari Galugua yang berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama pelajar.
Ia memastikan pihaknya akan segera menurunkan tim ke lapangan dan menargetkan pembangunan BTS dapat direalisasikan dalam waktu maksimal tiga bulan.
Andre menegaskan bahwa komitmen tersebut diharapkan menjadi kabar baik bagi masyarakat Kapur IX agar kejadian siswa harus berjalan jauh demi sinyal tidak terulang kembali. Ia juga menyebut langkah ini sejalan dengan upaya pemerataan akses digital di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Wali Nagari Galugua, Wendriadi, sebelumnya telah mengajukan proposal pembangunan menara BTS kepada Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kehadiran jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar serta memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan digital.
Perjuangan para siswa Nagari Galugua pun kini membuahkan harapan baru. Rencana pembangunan BTS dalam waktu maksimal tiga bulan menjadi langkah penting untuk menghadirkan pemerataan akses digital dan memastikan pendidikan tidak lagi terkendala oleh minimnya jaringan internet. (da*)


