Jakarta, Rakyatterkini.com – Insiden kecelakaan laut yang merenggut nyawa terjadi di Pantai Paseban, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu (28/3/2026). Seorang pengunjung bernama Giman (54) dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus kuat saat berenang di perairan selatan.
Peristiwa tragis ini terjadi di tengah suasana libur Lebaran dan sempat terekam dalam video yang menunjukkan proses evakuasi yang berlangsung dramatis, melibatkan warga setempat dan petugas.
Kapolsek Kencong, AKP Sunarto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban meninggal dunia akibat tenggelam setelah terseret ombak di kawasan Pantai Paseban.
Menurut keterangan, insiden bermula ketika korban tengah mandi di laut. Tanpa diduga, arus yang kuat menariknya menjauh hingga ke tengah perairan. Upaya penyelamatan langsung dilakukan oleh petugas bersama relawan, namun kondisi ombak yang besar menyulitkan proses evakuasi.
Warga yang menyaksikan kejadian segera melapor kepada Basarnas, kepolisian, dan TNI. Tim gabungan pun bergerak cepat melakukan pencarian dan penyelamatan dengan bantuan masyarakat sekitar.
Dalam prosesnya, korban sempat ditarik menggunakan tali secara bersama-sama. Namun derasnya gelombang membuat upaya tersebut tidak berjalan mulus, bahkan korban kembali terseret ombak dan sempat hilang dari pandangan.
Sekitar 30 menit kemudian, tubuh korban akhirnya terlihat kembali di permukaan laut. Tim gabungan bersama warga langsung mengevakuasinya ke tepi pantai.
Petugas dan relawan sempat memberikan pertolongan pertama berupa napas buatan dan pijat jantung, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Kencong sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Diketahui, korban merupakan warga Desa Kraton, Kecamatan Kencong, yang datang ke Pantai Paseban untuk menghabiskan waktu libur Lebaran.
Pihak berwenang sebelumnya telah memasang peringatan agar pengunjung tidak berenang di laut karena ombak di kawasan tersebut tergolong berbahaya. Meski demikian, masih ada wisatawan yang nekat turun ke laut meskipun risikonya tinggi.(da*)


