Notification

×

Iklan

UTBK 2026 Terapkan Penentuan Lokasi Secara Acak

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:43 WIB Last Updated 2026-03-28T05:43:00Z

Ilustrasi.

Padang, Rakyatterkini.com – Tahapan kedua penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri tahun 2026 resmi dimulai melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam skema Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Pada pelaksanaan UTBK tahun ini, panitia menghadirkan kebijakan baru yang menjadi sorotan, yakni sistem penentuan lokasi pusat UTBK dilakukan secara acak oleh sistem.

Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof. Eduart Wolok, menjelaskan bahwa langkah ini diterapkan sebagai respons terhadap berbagai dinamika di lapangan, sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat terkait mekanisme pemilihan lokasi ujian yang sebelumnya dianggap rentan celah. 

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peserta UTBK 2026 tidak dapat lagi memilih secara spesifik kampus atau pusat UTBK tempat ujian akan berlangsung.

“Peserta tetap bisa menentukan wilayah ujian saat pendaftaran, namun penempatan pusat UTBK di wilayah tersebut dilakukan secara acak oleh sistem,” ujar Prof. Eduart Wolok saat sosialisasi UTBK SNBT secara daring, Jumat (27/3/2026).

Ia memberi contoh, seorang peserta yang memilih wilayah Lampung tidak akan mengetahui sejak awal apakah akan mengikuti ujian di Universitas Lampung (Unila) atau Institut Teknologi Sumatera (Itera). Meski bersifat acak, sistem menjamin lokasi tetap berada di wilayah yang dipilih dan jarak tempuh relatif dekat.

Menurut Eduart, kebijakan ini diambil untuk mencegah potensi kecurangan yang sempat terjadi pada pelaksanaan UTBK sebelumnya, seperti penempatan joki di pusat tertentu, pengaturan sesi ujian oleh oknum, dan kesamaan waktu pelaksanaan yang mencurigakan.

“Kebijakan ini dirancang matang dengan mempertimbangkan kenyamanan peserta, sehingga tidak akan merugikan mereka,” tambahnya.

Panitia SNPMB memastikan lokasi pasti pusat UTBK akan diumumkan paling lambat sepuluh hari sebelum ujian, sehingga peserta memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan perjalanan dan mengenal lokasi ujian.

Selain itu, Prof. Eduart menekankan agar calon peserta tidak menunda pendaftaran hingga batas akhir untuk menghindari penumpukan dan kendala teknis pada server.

Menanggapi kebijakan baru ini, Direktur Pendidikan dan Pembelajaran Universitas Andalas (Unand), Mahdhivan Syafwan, mengimbau calon mahasiswa, terutama yang ingin masuk perguruan tinggi negeri di Sumatera Barat, untuk mempersiapkan diri dengan optimal, baik secara akademik maupun mental.

“Peserta tidak perlu cemas dengan mekanisme baru ini. Fokus utama adalah belajar serius, memahami alur pelaksanaan, dan memastikan semua persyaratan administrasi telah lengkap,” pungkas Mahdhivan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update